Tampilkan postingan dengan label PANDUAN (TUTORIAL). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PANDUAN (TUTORIAL). Tampilkan semua postingan
Terkait dengan cita-cita saya yang hendak menjadi seorang penulis, sepertinya saya sudah pernah memposting tips terkait "Menjadi Penulis". Namun hari ini, saya ingin mempostingnya lagi, sebagai reminder untuk diri saya sendiri juga, untuk kembali konsisten kepada niat menjadi penulis tadi.

Hal yang perlu saya dan kalian yang juga ingin bisa menulis ialah "Membaca". Hanya itu kuncinya. Dengan membaca tentunya kini memiliki modal kata-kata mengenai suatu peristiwa yang kemudian ingin dituangkan kedalam tulisan. Mustahil lah jika seorang itu bisa menulis tetapi dia tidak suka membaca. Dengan kata lain, kegiatan membaca dan menulis adalah kegiatan yang berkorelasi erat. 

Saya tetap dengan cita-cita saya itu, namun saat ini sedang tidak ingin mempraktekan kunci suksesnya tadi. How come?

Ayolah tak ada yang manis dengan jalan instan di dunia ini, kalau pun ada terjadi, manis yang dia rasa adalah manis buatan tidak asli seperti manis yang diproses dari tebu asli.

Begitu pun dengan cita-citamu wahai "Pemilik Blog". Budayakan, dan budayakan membaca. Mimpimu terhenti jika "membaca" hanya dilakukan seturut dengan musim yang ada. Mimpimu akan terasa susah digapai jika "membaca" mu dilanjutkan saat sinabung tak lagi erupsi, atau banjir di Jakarta dan daerah lain surut, dan longsor serta gempa berhenti mengguncang peertiwi ini.

Semangat!!!!! Semangat!!!
Konsisten!!! Ayo Konsisten!!!!!
Read More >>
Mungkin ini dampak negatif berkembangnya jaman, atau ini cikal bakal musnahnya jaman itu sendiri. Mengerikan!!!! Kala pernikahan tak lagi suci dan sakral. Dengan mudahnya banyak pasangan memutuskan suatu tali yang sudah diikatkan oleh Tuhan sendiri. Nikah-Cerai bukan lagi berita yang terdengar mengkhawatirkan. Ya seperti halnya saat kita mendengar remaja-remaja yang putus dengan pacarnya.

Janji suci tinggallah isapan jempol semata, layaknya sebuah rayuan seorang pria kepada kekasihnya saat malam minggu. Lalu saat cecok dan beragam perselisihan terjadi, dengan gampangnya mengucapkan kata "cerai". Menjanda, menduda sebentar, lalu ketemu pacar baru, belum mengenal betul sudah memutuskan menikah, dan selang beberapa bulan saja sudah cerai lagi.

Hal tersebut saya saksikan terutama dari kehidupan artis-artis sekarang ini. Dunia mereka seakan membenarkan hal itu. Tak lagi tabu, tak lagi merupakan suatu kesedihan atau kedukaan menyandang status janda atau duda. Mungkin mereka ini memiliki pedoman hidup "Mati Satu, Tumbuh Seribu". heheheee... It's a piece of cake. Sudah seperti kacang goreng kali ya..

"Yahh daripada hanya merasakan sakit menjalani pernikahan, untuk apa dipertahankan? Cerai lah, apalagi!!!" Sepertinya itulah kalimat-kalimat yang sering dilontarkan untuk membenarkan aksi nikah-cerai ini. Tapi apa itu benar? Tidak kah teringat lagi masa manis saat memutuskan untuk mengikat hubungan ke dalam satu janji Pernikahan? 

Serumit itu kah yang namanya bahtera rumah tangga?? Saya yang masih melajang ini (belum menikah), nyaris menganggap biduk pernikahan adalah momok yang sangat menyeramkan. Ketakutan ini takutnya akan membuatku lama untuk dipersunting pria (jauh-jauh lah itu).Jika sudah begini, pertanyaannya bukan lagi kepada siapa aku harus menikah? tapi, akankah aku menikah??

Tak terbayang lagi seperti apa kehidupan 5 tahun mendatang kala aku sudah menyandang status seorang istri. Pastinya masalah akan semakin kompleks, kehidupan semakin keras. Akan lebih banyak lagi jerat yang membawa ku nantinya ke perangkap nikah-cerai. 

Read More >>
Sering gagal dalam mengerjakan sesuatu hal? Merasa tidak pernah sukses?? Merasa keberuntungan tidak pernah menghampiri??

Coba perhatikan 2 musabab di bawah ini, mungkin salah satunya pernah anda lakukan.
1. Tidak mengerjakannya dengan sepenuh hati. Kerjakanlah segala sesuatu dengan maksimal. Mengenai hasil akhir, tidak perlu terlalu difokuskan. Proses menuju hasil itu lah yang perlu kita ambil hikmahnya untuk pembelajaran ke depan. Jika hasil akhir tidak sesuai harapan. Coba lagi. Jika tetap tidak berhasil, pertanda Tuhan tidak berkenan akan apa yang anda kerjakan. Ketika kita sudah mengerjakan dengan hati namun hasil tidak sesuai harapan, setidaknya tidak ada penyesalan dalam diri karena kita sudah melakukan semaksimal yang kita bisa. Dan mulailah untuk berpikir sesuatu yang lain. Mungkin bidang tersebut benarlah tidak sesuai porsi anda. Karena setiap orang sudah mendapatkan bagiannya masing-masing.

2. Tidak menjadi diri sendiri. Jangan minder akan kemampuan sendiri. ataupun minder karena faktor yang dianggap sebagai kekurangan dalam diri. Memang tidak semua orang tercipta dengan IQ tinggi, atau tidak semua orang terlahir kaya. Ya, kembali yakini apa yang ada padmu dan kerjakan. Tuhan tidak akan pernah salah memberikan apapun kepada umatNya. Apa yang ada padamu saat ini adalah yang terbaik dan kembangkanlah. Jika hanya satu talenta saja pun, kerjakanlah. Jangan minder dan hanya membiarkannya saja. Hal itu hanya akan memperburuk keadaaan saudara.

Kesuksesan ataupun kegagalan tergantung dari cara pandang setiap individu. Dengan kata lain kesuksesan atau kegagalan kita sendirilah yang ciptakan. Jika kita sudah berbuat semaksimal kita, maka keberuntungan akan datang dengan sendirinya.

Good LUck everyone.
RE
Read More >>
{intermezzo} Berangkat dari pengalaman saya saat sedang berproses dalam rangka merampungkan tugas akhir saya sebagai mahasiswi yaitu Skripsi, maka saya sedikit berbagi dan tentunya semoga bisa menjadi masukan buat kalian pembaca yang terkait.

Akan banyak rintangan dihadapi selama menyusun skripsi ini. Mulai dari penentuan judul, mencari referensi, bimbingan dengan dosen. Semuanya itu mempunyai tantangan tersendiri. Jangan mengambil jalan pintas dengan mepekerjakan orang lain untuk mengerjakan skripsi mu. Percayalah, sesibuk apapun kamu, dengan kamu melewati masa ini sendiri kamu akan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Biaya kuliah yang mahal akan terasa terbayar jika kamu mengerjakan skripsi ini dengan buah pengembangan pemikiranmu sendiri. Rasanya akan sangat luar biasa guys.

Saya sendiri, mengerjakan ini sampai rampung memputuhkan waktu hampir setahun. dengan kata lain, saya tidak berhasil menyelesaikannya saat saya tercatat sebagai mahasiswa semester 8 saja. saya membutuhkan waktu tambahan 3 bulan lagi untuk menyelesaikannya dan keluar sebagai alumnus universitas negeri itu. Bisa dibilang 4,5 tahun saya mewujudkan gelar S.Si saya.

Jatuh bangun saat nyusun skripsi? iya
Stres dan hampir patah harapan? iya

hampir setahun pikiran dihantui oleh skripsi. rongrongan tamat 4 tahun perintah ayahku pun melengkapi beban yang ku rasakan sebagai mahasiswi tingkat akhir.

Nangis dan kehilangan waktu tidur? sangat sering terjadi di hampir satu tahun itu.

hambatan yang ku alami, adalah judul yang saya tentukan awal tidak disetujui dosen pembimbing. mencari judul lagi dengan materi yang diajukannya sudah memakan waktu. Judul ketemu dan ACC, aku harus mencari referensi dan yang menjadi kesulitan adalah referensinya harusnya disajikan dalam bahasa inggris. mencari buku dengan bahasa asli itu membuatku harus mengelilingi kota Medan, dan mengubek-ubuk internet. Proposal pun rampung. Namun ACC untuk seminar, aku dapat sebulan kemudian, menunggu kepulangan sang dosen ibadah haji (sabar). Seminar pun tiba, blekkkk.....,,,dosen penguji, sang profesor, meminta ku untuk mengganti judul. kalau tidak dia tidak bersedia tanda tangan. ganti judul artinya, selain aku harus direpotkan mengurus administrasi ke jurusan atas judul yang sudah diterima mereka, aku juga harus mengganti judul proposalku beserta isi-isinya (penambahan referensi). Sebulan waktu ku untuk merampungkan itu (itu juga sudah pontang-panting).

Lepas masalah dengan profesor, pembimbing minta lanjud bab berikutnya. Masa untuk mendaftar sidang tinggal sedikit lagi. 3 x seminggu harus uber-uberan dengan dosenku. skripsi diserahkan, lusa aku mendapatkan revisian satu bab(si dosen memeriksa bab/bab). tinggal satu hari jadwal mendaftar sidang, malam harinya aku masih menerma revisian. minta tolong supaya sang dosen bisa ku temui pagi sekali, karena aku akan menyerahkan revisian padanya, dengan harapan langsung ACC (alsi, ga tidur bokkk). dengan sisa tenaga, pagi buta mencari rental yang sudah buka untuk print hasil revisian dan langsung ke kampus mencari dosen. sudah siang si dosen belum muncul. memberanikan diri menelpon, beliau bilang, tidak bisa, karena sedang mengikuti seminar. berasa disambar petir di siang bolong. ingin sekali menjatuhkan raga ini di lantai depan kantor jurusan, tapi terlalu banya mata di sana. Pasrah sempurna. Meski jawabannya begitu, entah kenapa ku enggan beranjak. aku pun hanya duduk di depan kantor jurusanku. jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, sejam lagi kantor ini tutup. lemas badanku.
Namun ku liat mobil sedan warna merah memasuki gerbang fakultas menuju parkiran, mobil yang sangat ku kenal, mobil yang menjadi clur bagi ku untuk mengetahui apa sang dosen ada atau tidak. dan itu benar mobil dosenku.

yeeeeeaaaaahhh...
seperti dapat kekuatan dari ranger abu-abu, aku pun langsung tegap berdiri menantinya di depan pintu kantor jurusan itu. Dari kejauhan ku bisa melihat senyumannya tertuju padaku..dan kelanjutannya seperti apa? tentunya sangat mudah diterka.yupp,, aku ACC. Keesokan harinya menuggu daftar sidang keluar...dan taraaaa...Aku Wisuda..

heeheeee....
Back to the point (maaf yahh, intermezzonya kepanjangan)

Jadi yang saya mau coba berbagi mengenai skripsi di sini adalah. bagaimana awal yang baik untuk memulainya, agar tidak terbentur hambatan yang pernah ku alami kala itu.

Berikut tipsnya

1. Tentukan sub bidang apa yang paling kamu kuasai. ( Selama masa kuliah pasti banyak kan, cabang-cabang ilmu yang dipelajari terkait jurusan kita, nah tentukan satu yang paling kamu minati)

2. Berkaitan dengan ilmu tadi, pikirkan masalah apa di kehidupan yang sering terjadi terkait ilmu tadi. (Salah besar jika memulai skripsi itu berpatok dari penentuan judul terlebih dahulu, lalu memikirkan objek permasalahan. Jika begitu, kalian akan menemui benturan seperti yang ku alami (ganti judul sewaktu revisi proposal seminar).

3. Spesifikasikan teori yang dapat membantu permasalah-permasalan tadi dipecahkan.

4. Setelah point 2 & 3 terjabar sempurna, maka akan sangat mudah pemikiran kita terarah untuk mengembangkan latar belakang masalah pada Pendahuluan Bab I, Pengembangan Bab 2, dan Bab-bab berikutnya.

5. Pastikan saat mengutip referensi terkait kamu selalu mencatat sumbernya dengan detail (misalnya saat dapat referensi sewaktu membaca di perpus). Hal ini akan sangat membantu untuk penulisan Daftar Pustaka nanti (kesalahan lain yang saya lakukan waktu itu, saya hanya menuliskan kutipan pernyataannya dan penulisnya tanpa mencatat dikutip dihalaman berapa, tahun berapa, penerbit apa dsb, akibatnya saya harus kembali ke perpus, mencari buku yang sebagian informasi dari dalamnya saya kutip untuk pendukung tulisan saya)

Jika 5 point itu saja terlaksana dengan baik saya yakin, kalian bisa meminimalisir tekanan saat menyelesaikan skripsi. Good Luck everyone, Chiayoo!!!!
Read More >>
Untuk meraih sukses dalam bidang usaha dagang, sebagi penjual kita perlu mengetahui atau mempelajari hal-hal yang bisa memberikan input kepada kita untuk menjadi pedagang yang benar.
Seperti yang dikemukakan Dr. Buchari dalam bukunya "Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa", sebagai penjual perlu untuk mengetahui tipe-tipe pembeli, dan bagaimana kita sebagai penjual bisa menghadapi beragam tipe pembeli tersebut. Simak uraian berikut.

Beberapa Tipe Pembeli
1. The Decided Customer
Merka ini telah mengetahui dan memutuskan apa yang akan dibeli dan penjual harus cepat melayani dan mengambilkan barangnya. Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dan memberi keterangan harus merupakan keterangan yang bersifat khusus, tidak perlu memberikan keterangan yang bersifat umum. Kalau langganan itu tidak terlalu tergesa-gesa, maka kemungkinan penjual juga bisa menjual barang-barang yang lain.

2. The Know it All Customers
Ini tipe pembeli yang mengetahui segalanya, dialah yang bercerita kepada penjual. walaupun apa yang diceritakannya itu belum tentu sepenuhnya benar, tetapi penjual tidak perlu membantahnya. Penjual dapat memberi keterangan-keteranganyang tepat secara bijaksana dengan menempuh cara yang tidak langsung dan inibisa mempengaruhi sikap pelanggan tersebut.

3. The Deliberate Customers
Pelanggan tipe ini menghendaki faka-fakta yang kadang-kadnag advis tentang konstruksi dan cara-cara penggunaan barang yang akan dibelinya. Pelanggan ini banyak mengambil waktu untuk mempertimbangkan setiap pembelinya.

4. The Undecided Customers
Pembeli ini tidak dapat memutuskan ukuran, warna dan barang yang akan dibelinya. Tugas penjual disini adalah mencoba menentukan apa sebenarnya yang dibutuhkan pembeli itu dan membantunya mengambil keputusan. Setelah penjual menunjukkan berbagai macam barang harus pula dengan cepat menyingkirkan barang-barang yang tidak menarik perhatiannya. Dengan demikian perhatiannya dipersempit agar lebih mudah baginya mengambil keputusan.

5. The Talkaktive Customers
Pembeli tipe ini sengan ngobrol, tetapi tidak mengarah kepada pembelian. jika pada saat tidak sedang banyak pembeli lain maka penjual bisa melayani obrolan pembelit adi dan mengarahkannya untuk membeli suatu barang.

6. The Silent Timed Customers
Pembeli ini merasa agak canggung di dalam toko, dan merasa takut kalau-kalau kekurangtahuannya akan suatu barang diketahui penjual jika dia mengajukan beragam pertanyaan. Penjual haruslah berhati-hati melayani tipe pembeli ini, jangan menunjukkan sikap ataupun kesan bahwa memang si pembeli tidak mengetahui apapun mengenai barang yang hendak dibelinya.

7. The Decide But Mistaken Customers
Pembeli ini sudah memutuskan untuk membeli suatu barang sebelum dia masuk ke dalam toko anda. Tetapi barang yang ingin dibelinya ternyata ada versi yang lebih baik di toko anda. Sebagai penjual, tidak perlu berdebat dengan pembeli dan menyodorkan referensi barang yang anda punya.

8. The I Get Discount Customers
Ini adalah pembeli yang sengan dan menghendaki adanya potongan untuk setiap barang yang akan dibelinya.

Setelah mengetahui beragam tipe pembeli di atas, penjual juga perlu membekali diri dan beradaptasi menjadi penjual yang disenangi mereka, para pembeli. Sifat-sifat penjual yang disenangi pembeli antara lain:
1. Jujur dalam memberikan informasi Barang yang dijualnya
2. Mengetahui secara rinci mengenai kualitas dan hal detail mengenai barang jualannya.
3. Cepat dalam menganggapi apa yang dibutuhkan Pembeli
4. Pripadi yang menarik (terampil dalam melayani, bersahabat, tidak memperlihatkan kejengkelan, mudah ternsenyum dan, sopan santun, periang, penuh perhatian, informatif)


Read More >>
"Pembeli adalah Raja"
Ungkapan itu tentunya sudah tidak asing lagi kita dengar. Dalam benak tertumpuk beberapa opini yang mendukung mengapa ungkapan itu menjadi suatu prinsip yang harus diterapkan bagi setiap penjual barang maupun jasa. Dan beberapa opini itu ternyata sudah diuraikan terlebih dahulu oleh Dr Buchari Alma (1992) dalam bukunya yang berjudul "Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa".

Sebelas (11) pernyataan beliau mengenai prinsip The Customer is King ialah :
1. Pembeli adalah orang penting dalam dunia usaha.
2. Pembeli tidak tergantung pada kita, justru kita tergantung padanya.
3. Pembeli bukan pengganggu terhadap pekerjaan kita tetapi sebaliknya sebagai tujuan usaha.
4. Pembeli berbuat kepada kita sebagai suatu hal yang menyenangkan, janganlah kita berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan.
5. Pembeli adalah sebagian dari usaha kita dan kegiatan kita.
6. Pembeli bukanlah sebuah benda beku, tetapi ia adalah seorang manusia berdarah daging dengan perasaan dan emosinya, seperti kita sendiri.
7. Pembeli bukanlah lawan berdebat, tetapi kawan-kawan bersahabat.
8. Pembeli seseorang yang membawa kebutuhan kepada kita, dan ini adalah pekerjaan kita untuk memenuhinya.
9. Pembeli orang yang harus dilayani dan dimengerti dengna penuh perhatian yang dapat kita berikan padanya.
10. Pembeli adalah orang yang memungkinkan membuat keuntungan bagi pendapatan kita.
11. Pembeli adalah jiwa penghidupan dunia usaha..
Read More >>
Disadur dari buku asli karya Forsyth yang berjudul "How To Make Management Communication Persuasive", di bawah ini merupakan penjelasan dari salah satu Bab dalam bukunya, bagaimana membangun kesan negosiasi baik saat berkomunikasi via pesawat telepon. Berikut saran-saran yang dikemukakannya:

> Berbicaralah Sedikit Lebih Lambat Dari Biasanya
Hindari berbicara dengan tempo cepat, karena bisa saja menimbulkan kesalahpahaman atau informasi yang tak terekam dalam ingatan si lawan bicara. Namun, berbicara terlalu lambat pun dapa membuat pendengar jengkel dan hilang kesabaran.

>Tersenyumlah, Gunakan Nada Suara Yang Bersahabat
Sekalipun tidak terlihat, senyuman dapat mempengaruhi nada suara. Pastikan, suara anda terdengar menyenangkan, efisien, dan yang terpenting, terdengar penuh antusias terhadap percakapan yang berlangsung.

> Gunakan Tekanan Yang Tepat
Berkaitan dengan tempo bicara anda, perhatikan pula mengenai penekanan. Pastikan anda memberikan tekanan yang tepat pada bagian percakapan yang penting sehingga jelas bagi pendengar.

>Pastikan bahwa maksud anda jelas.
Suara anda harus terdengar jelas, terutama saat melafalkan nama, angka, dan sebagainya. Konsinan B dan P sering terdengar mirip diucapkan melalui telepon, demikian juga halnya dengan sejumlah angka tertentu..

> Selalu Bersikap Positif
Milikilah kebranian untuk menyatakan keyakinan anda. Jangan mnegucapkan kata-kata atau ungkapan seperti "mungkin", "bisa juga", "saya rasa"
> Tidak Bertele-Tele
Usahakan informasi yang akan anda sampaikan terucap ringkas namun dengan urutan yang mudah dipahami dari satu pokok ke pokok yang lain.

> Hindari Istilah Khusus atau jargon
Jika lawan bicara anda berada dalam bidang pekerjaan yang sama seperti anda, tentu tidak akan ada masalah jika menggunakan istilah yang brkaitan dengan pekerjaan, Namun jika tidak, sebaiknya hindari.

>Bersifat Deskriptif
Segala sesuatu yang dapat memunculkan gambaran dalam pikiran pendengar akan merangsang timbulnya tanggapan tambahan dari seseorang lainnya yang hanya dibatsi oleh stimulus tunggal yang ada, yakni suara.


Read More >>
Sedikit pengalaman pribadi dalam pengurusan perijinan IMB di salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, saya ingin berbagi hal sedikit yang sudah saya alami itu.

Untuk mendapatkan IMB memang memakan waktu lama. Tidak akan lama jika kita sebagai pemohon telah mempersiapkan segala kelengkapan berkas kita, dan jika pihak yang berwenang menanganinya juga bekerja dengan baik (tidak mengulur-ulur waktu).

Ada Beberapa proses yang dilalui sebelum kita mengajukan berkas IMB ke dinas terkait (Cipta Karya).

Step I
Dalam tahap awal sekali kita harus berurusan dengan Kecamatan, yaitu pengurusan ijin surat permohonan IMB yang akan ditembuskan kepada Bupati nantinya. Dalam proses yang bersamaan kita juga harus mengurus Surat Silang Sengketa kepada Kepala Desa dimana objek rencana bangunan kita itu berlokasi. Kelengkapan berkas yang pada umumnya diminta oleh pihak kecamatan ialah :


-    Fotocopy Surat Tanah
-   Fotocopy KTP;
-    Gambar Denah Tanah / Site Plan
-    Fotocopy PBB Tahun Terakhir

  Setelah  berkas diterima, kita akan diberikan form untuk dilengkapi. Untuk administrasi sendiri saya tidak tahu secara resmi dikenakan berapa rupiah sesuai keputusan dari pemerintah.Dan berkas ijin rekomendasi dari camat ini hanya berlaku sampai 3 bulan. jika pada masa pengurusan ternyata rekom ini sudah kadaluarsa maka kita harus memperpanjang ke kantor kecamatan lagi. Siap-siap sediakan dana lagi.

Step II
Jika bangunan yang kita rencanakan luas tanahnya tidak lebih dari 2.000m2, maka kita bisa langsung ke tahap pendaftaran berkas IMB kepada Dinas CIpta Karya. Namun jika yang dibangun adalah perumahan dengan unit yang banyak, atau ruko dengan luas tanah di atas 2000m2, maka harus melewati tahap pengurusan ijin peruntukkan lahan.
Dalam ijin peruntukan ini sendiri sebenarnya isinya tidak beda jauh dengan yang dikeluarkan camat. Namun ijin ini yang mengeluarkan adalah bupati dan masa berlakunya sampai 1 tahun. Rogoh kocek lagi...


STEP III
Ijin peruntukan sudah ada, pemohon harus diperhadapkan dengan Dinas BAPEDALDA, yaitu dinas yang terkait mengenai lingkungan. Untuk memastikan bangunan yang akan kita bangun ini tidak merusak lingkungan, mengganggu kenyamanan/kesehatan masyarakat setempat, dan tidak merusak aspek kehidupan lainnya, maka dinas ini lah yang bertugas untuk memantaunya.

Untuk mendapatkan ijin dari dinas ini, kita memerlukan bantuan jasa konsultan yang bisa menangani pembuatan laporan UKL/UPL. Jika dokumen selesai, Konsultan dan pemohon akan diundang untuk persentase di hadapan dinas ini, jika dinas setuju maka terbitlah ijin UKL UPL. Tahap ini kita harus merogoh kocek lebih dalam lagi (biaya konsultan dan ehemmmnnn)

STEP IV

Akhirnya sampailah di tahap terakhir. Tahap dimana uang akan keluar bak air mengalir. Karena pada tahapan ini, biasanya ijin-ijin di atas sebelumnya sudah almarhum dan perlu dihidupkan kembali, artinya mengeluarkan uang lagi.

Dan berkas yang perlu disediakan sebagai pemohon adalah :



1. -    Persetujuan Ijin Peruntukan
2.  -    Dokumen UKL-UPL
3.  -    Asli Rekomendasi Camat (Masa berlaku masih aktif sampai 3 bulan ke depan)
4.  -    Fotocopy Pemohon
5.     - Fotocopy Tanda Lunas PBB tahun terakhir
6.  -   Asli Surat Keterangan dari Kepala Desa tentang PBB jika belum dibaliknamakan kepada pemohon
7.    -  Gambar Rencana Bangunan, (rangkap 3 , ukuran A3)
8.     - Denah Lokasi Bangunan (Site Plan)
9.     - Legalisir Fotocopy Surat Tanah
1-.  Bangunan lantai 3 wajib melengkapi Perhitungan struktur bangunan

BBerkas itu akan diajukan dinas cipta karya kepada bupati tentunya melalui tahapan kepada divisi terkait sebelum sampai kepada pak/ibu bupati untuk ditanda tangani. Ada kalanya pemimpin tertinggi kabupaten ini tidak setuju, maka sia-sialah perjuangan panjang sebelumnya. Namun, jika sudah ditandatangani, maka berkas diturunkan lagi ke dinas cipta karya dan mereka yang berwenang mengeluarkan plang IMB itu sendiri, tapi..................,sebelum ijin bupati danplang diserahkan, tentunya si pemohon harus membayar retribusi terlebih dahulu dan pungutan-pungutan negosiasi lainnya. 

Jika proses itu sudah beres maka mulailah bangunan boleh dibangun. Namun pada kenyataannya, IMB didapat justru setelah bangunan sudah dalam masa kredit (perumahan misalnya). How come????
Tidak tahu lahhh... :D

b


Read More >>


Berkas untuk Penyusunan Laporan UKL/UPL
1.      Surat Pengantar yang ditandatangani oleh penanggungjawab/pemohon
2.      Surat Pernyataan UKL dan UPL
3.      Gambar Rencana Bangunan (ukuran A3) dan denahtata letak objek
4.      Rekomendasi Ijin Peruntukkan
5.      Rekomendasi Camat
6.      KTP Pemohon
7.      Surat Tanah (fotocopy)
8.      PBB tanda Lunas Terupdate (fotocopy)




KATA PENGANTAR

Rencana Pembangunan……………………………………………. Terletak di…………………………..
Upaya Pengelolaan Lingkungan  Hidup (UKL) dan Upaya  Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL)  terhadap kegiatan Pembangunan  …………..  tersebut disusun sebagai wujud rasa tanggungjawab kami  terhadap Perlindungan dan Pengelolaan  Lingkungan Hidup sebagaimana  tertuang dalam Undang- Undang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
UKL dan UPL  ini  disusun dengan berpedoman kepada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup N0. 13 tahun 2010 tentang Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan  dan Pemantauan Lingkungan Hidup.
UKL dan UPL ini akan menjadi panduan bagi pihak pemrakarsa dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pemantauan lingkungan hidup selanjutnya serta menjadi pedoman kepada instansi pemerintah dan masyarakat dalam mengawasi jalannya pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.
Pada kesempatan ini  kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan masukan dan saran terhadap kesempurnaan penyusunan UKL dan UPL  ini.
                       
,      Januari 2013
Pemrakarsa




(bermaterai/berstempel)


Penanggungjawab




SURAT PERNYATAAN
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama                                                    :
Jabatan                                                                :
Alamat                                                  :
Nama Perusahaan/Proyek           :
Lokasi Usaha atau Kegiatan         :
-          Desa                                      :
-          Kecamatan                         :
-          Kabupaten                          :
-          Provinsi                                                :

Dengan ini menyatakan bahwa:
1.       UKL dan UPL dar usaha atau kegiatan tersebut di atas telah disusun dengan memperhatikan pengarahan dari Instansi Teknis Pembina yang membidangi kegiatan bersangkutan.
2.       Kami perjanji dan bersedia melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai dengan yang tercantum dalam UKL dan UPL ini serta bersedia dipantau dampaknya oleh instansi/pihak yang berwenang sesuai peraturan yang berlaku.
3.       Bila kami tidak melaksanakan UKL dan UPL ini, kami bersedia menghentikan usaha atau kegiatan tersebut di atas dan bersedia menanggung semua kerugian serta segala resiko yang ditimbulkannya.
4.       Kami bersedia memperbaharui UKL dan UPL ini apabila diperlukan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Demikian Surat Pernyataan ini kami buat dengan sesungguhnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
………., ………….
Pemrakarsa


Nama Pemohon


Read More >>