Tampilkan postingan dengan label MOMMENT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOMMENT. Tampilkan semua postingan
Pertanyaan tersebut terlontar karena banyak sekali kata selamat tahun baru yang tertuju padaku, terutama dari saudara tetangga, namun saat ku membalas selamat tahun baru kembali, seolah mereka tidak merasa turut bertahun baru. Lah????Kok???? Malah, pimpinanku, mengucapkan selamat tahun baru pada pegawai yang hanya beragama kristen. saya jadi bertanya-tanya. Sepengetahuan saya, 1 Januari tidak lah merupakan salah satu hari perayaan umat kristen dalam tata agamanya. Tapi mengapa seakan menjadi perayaan umat kristen semata? Dan jika diperhatikan, kue-kue penyemarak tahun baru pun kerap ada di mereka yang berkeyakinan Kristen. Jarang sekali kemeriahan tahun baru yang dijalankan umat kristiani itu sama dengan umat lainnya. Padahal harusnya tidak begitu kan? Setiap orang kan melewati pergantian tahun. Asumsi saya, kebiasaan yang salah ini kemungkinan dikarenakan jarak antara perayaan Natal (tgl 25 Desember) dan tahun baru (tgl 1 Januari), yang memang berdekatan. Lebih lagi kepada kebiasaan saat mengucapkan selamat Natal, pasti selalu dibarengi dengan kata selamat tahun baru juga. Beranjak dari ini mungkin anggapan tahun baru hanya dirayakan secara wah oleh umat kristen (terkesan memang perayaan keagamaan umat kristen) kian berkembang.
Read More >>
Menjelang perayaan Natal yang dirayakan umat kristiani pertanggal 25 Desember, banyak pernak-pernik hiasan natal bahkan pohon Natal di mal-mal dan toko-toko. Umat yang merayakan pun akan sangat bersemangat menghias rumah mereka dengan hiasan suasana natal. Terlihat cantik dan sangat meriah. Lagu bernuansa natal mulai diperdengarkan di tempat publik seperti mal, restaurant dan rumah-rumah penduduk yang merayakannya. Bagi saya yang turut merayakan, merupakan sukacita lebih menyaksikan kemeriahaan Natal. Namun tak disangka, ternyata kemeriahaan ini menimbulkan sedikit gesekan terhadap saudara tetangga muslim, yang menyatakan adanya larangan bagi mereka untuk mengucapkan selamat natal. Hal ini dilarang dalam kepercayaan mereka katanya, dan guncingan larangan ini pun kerap saya dengar menjelang tanggal 25 Desember. Banyak memang dalil-dalil yang membenarkan larangan ini. Dan yang mau saya katakan di sini adalah, jika memang saudara muslim tidak berkenan memeberikan ucapan selamat natal, saya selaku yang merayakannya tidak merasa keberatan sama sekali apalagi sampai men-judge kalian tidak toleransi. Saya yakin, saudara seiman saya juga tidak akan mempersalahkan hal tersebut, apalagi sampai merasa sakit hati. Mungkin hanya sekedar pertanyaan, "Mengapa?". Dan saya rasa itu pertanyaan yang wajar. Dan saudara muslim tinggal menjelaskan kepada mereka, saudara saya yang mempertanyakannya. Sehingga semakin banyak dari kami memahami alasannya, maka akan semakin baik pula keadaannya, sehingga tidak akan ada terlihat atau terdengar seolah kami, umat kristiani berkeberatan dengan perlakuan saudara kami.
Perlu diluruskan, memang tidak ada kepastian mengapa tanggal 25Desember dipilih menjadi tanggal perayaan kelahiran Sang Juru Selamat, Karenabenar adanya seperti yang menjadi alasan saudara kami, muslim, bahwa memang dalam Alkitab tidak ada tertulis demikian. Bagi pemahaman saya pribadi, perayaan ini adalah merupakan suatu acara untuk mengingat awal hadirnya Sang Juru Selamatyang dirayakan sebagian kelompok pada zaman dahulu yang kemudian menjadi perayaan bagi umat kristiani seluruhnya hingga tahun 2013 ini. Bagi kami yang merayakan, kegiatan natal ini positif adanya, berdampak besar bagi pertumbuhan rohani dan juga kebersamaan sesama umat kristiani, bahkan menjadi moment untuk berbagi kebahagian juga kepada yang lain.
Read More >>
Senangnya melihat mereka yang masih bisa bercanda dengan mama kandungnya. Ya, aku memang sudah 25 tahun sekarang, tapi rindu akan kasih sayang seorang mama masih lah sangat ku idamkan. Kami, aku, kakak, dan 2 adik ku memang tidak banyak diberi waktu oleh Yang Kuasa untuk mengecap kasih sayang seorang ibu. Aku sendiri saat kepergiaannya masih duduk di banku SMP kelas II, kaka, setingkat di atas ku sedangkan adik ku, masih SD dan si bungsu masih balita umur 4 tahun. Namun bisa dikatakan, sejak ku menginjak kelas I SMP, saat itu sudah tidak lah terasa peran ibu lagi, karena saat itu mama sudah sakit-sakitan, bahkan setiap bulan berganti rumah sakit. Aku masih ingat, saat aku, kakak, dan adik no 3 berangkat sekolah, si bungsu harus ku titipkan kepada tetangga kami. Sangat masih terekam pula di benak kala ku mengantarkan si bungsu kami ini ke tetangga, dia mengatakan "kak, cepat jemputnya ya". Huuuaaakkkkhhhh.....,,,sesak rasanya dada ini, mendengar si kecil berucap demikian. Tapi apa mau dibilang, semua harus sekolah, bapak harus kerja, terpaksa dia dititipkan. Begitu terus, sampai entah berapa lama ku pun tak mengingatnya lagi. Kenangan terakhir, saat mama ku masih sadar dan sedikit membaik, mama berpesan kalau aku harus akur dengan kakak, bantu dia bersihkan rumah dan tidak buat bapak sampai stres karena kenakalan kami. Saat dia berpesan begitu, aku hanya bisa tertunduk sedih sambil menahan air mata ku. Sempat pula mama menawarkan untuk memotong kuku jariku dan nyisir rambutku. Aku pun menwarkan pijatan pelan padanya, karena kondisinya sudah lah tidak seperti mama ku yang super mama. Saat itu, mama meminta ku mencabut rambut putihnya. Aku pun mengambil pingset untuk memulai perintahnya. Namun, ternyata ku tidak membutuhkan alat itu, karena ternyata uban mama bisa dengan gampangnya tercabut hanya dengan tangan, begitu juga rambut hitam lainnya. Tersadar lah aku, kondisi mama terlihat membaik tapi ternyata tidak. Mungkin ini lah kesempatan terakhir kami bisa berbincang dengannya. Apa yang ku takutkan benarlah terjadi. Selang beberapa hari setelah hari itu, mama sudah tidak sadarkan diri lagi, seperti orang yang sedang koma. Dan entah kenapa, mama tidak dirujuk ke Rumah Sakit seperti biasa kala keadaannya drop seperti itu. Tak lama dengan kondisi koma begitu, pagi hari jam 5 pagi entah di hari apa, mama didapati kakak sudah tidak bernafas. Bapak meminta kami berdua memanggil bidan terdekat, dan sambil menangis kami menggedor pintu rumah ibu bidan. Ibu itu pun langsung bergegas ke dalam mengambil peralatannya dan sama dengan tergesanya seperti kami, berjalan menuju rumah. Pernyataan si ibu bidan pun menjadi putusan bahwa benar mama sudah meninggalkan kami.
Read More >>
Prakata
Tadinya, postingan ini ingin ku ikut sertakan dalam kompetisi blog tentang Komodo. Sedikit ulasan sudah terangkai namun batal diikutkan, karena selain minder (setelah membaca beberapa postingan kompetitor lain), ternyata ada persyaratan yang diajukan harus diwajibkan diikuti oleh peserta blog, dan deadline-nya ternyata bulan agustus lalu, meski deadline penutupan tanggal 9 september ini. Alhasil cuma bisa gigit jari dan meleburkan semua asa dalam angan. Namun, daripada dibuang sayang, maka blog ini pun menjadi tempat pelampiasan. heheheeee...

Tulisan ku dimulai dari sini.....

Tertarik dengan tawaran yang disponsori blogdetik dan dahatsu ini, saya juga terbius oleh euforia tantangan ini. Di samping itu, saya juga terdorong oleh rasa bangga terhadap Hewan superstar ini. Mulailah penjelajahan ku lakukan, mulai dari artikel yang disajikan oleh bangsa sendiri hingga artikel yang diliput oleh orang di luar Pertiwi ini.

Disela-sela penjelajahan jari saya, pandanganku terpaku seketika pada satu kalimat awal dalam sebuah artikel berbahasa inggris yang diposting di realwonderoftheworld.com yang menyatakan “Komodo Dragon (Varanus Komodoensis) is truly the only living Dragon on earth”.

Wooww, saya tergumam.

Satu-satunya, dan mereka hidup dan berkembangbiak hanya di Indonesia. Bangga sekali tentunya, bahkan semakin bangga saat akhirnya Pulau Komodo mendapat pengakuan dunia menjadi The New 7 Wonders of the world. Satu lagi ikon, jembatan emas Indonesia.

Terkesan dengan kalimat apresiasi dalam artikel tersebut, saya pun semakin terpukau nyaris ngali (terpelongo teerbodoh, dalam bahasa penduduk di NTT), saat mendapati bahwa mereka pun tertarik untuk melihat hewan ini langsung bahkan menjadikannya ke dalam satu daftar paket wisata mereka di sana. Wah, saya jadi semakin ingin juga menapakan kaki di rumah hewan seksi ini (berharap menang boleh dong :D ).

Lepas dari angan itu, saya mendapati banyak sekali informasi tentang hewan ini. Dan ternyata info yang sama juga sudah disajikan oleh  kompetitor yang lain (super lah lengkapnya postingan mereka itu). Namun, ada beberapa poin tentnag hewan ini yang memang baru sekali saya ketahui setelah membaca informasi yang tersaji dalam artikel yang situsnya sudah saya singgung di awal tadi. Komodo, yang dalam bahasa latinnya Varanus Komodoensis, atau orah, sebutan penduduk sekitar Pulau untuk hewan ini, ternyata pertama sekali ditemukan oleh JKH Van Steyan tahun 1911, dan nama Varanus Komodoensis diberikan oleh PA Owens (kira-kira, kenapa beliau menamakannya komodo ya?) pada tahun berikutnya 1912. Pulau Komodo itu sendiri diresmikan mennjadi Taman Nasional Komodo pada tanggal 6 Maret 1980. Dan puncaknya, pada tahn 2012, Pulau Komodo dinyatakan sebagai 7 keajaiban baru dunia. Wow (Prokkk..Prokkk…Prokkk) yeahhhh…
Eits, bangga sih boleh bangga, tapi kita juga harus sadar untuk selalu menjaga kelestariannya.

Hal yang terpikirkan ku sebagai awam sih, hendaknya Pemerintah tidak tergiur hanya dengan perhitungan income dari keeksotisan orah nih semata. Karena apa? Pemikiran simple saja, bergerak dari pertanyaan “mengapa orah bertahan sampai sekarang di NTT?” karena NTT dan pulau-pulau lain yang berpenghuni komodo sangat tidak akrab dengan aktivitas manusia, kecuali alam itu sendiri, disamping tentunya faktor kecocokan iklim dan lain sebagainya. Nah, efek dari karir komodo yang mulai naik daun ini, tanpa prevensi khusus dari Pemerintah mengenai pengunjung yang kerap berdatangan, takutnya dapat mengganggu keseimabangan hidup mereka. Sebagai bahan pertimbangnan saja, saya pernah mendengar bahwa Komodo sendiri katanya pernah ditemukan di benua Australia, namun hewan ini tidak bisa bertahan di sana. Memang faktor kuat yang disimpulkan pemicu punahnya hewan ini dari benua itu adalah karena faktor alam yang membuat hewan ini tidak bisa berevolusi dengan baik. Dan kini, Nusa Tenggara Timur menjadi pilihan tempat ternyaman, mengapa kita manusia terlihat seolah olah mengerti akan kepentingan mereka? Apalagi saya pernah dengar isu pemindahan habitat mereka ke daerah lain. Oh, ayolah, mereka dengan insting mereka lebih tahu, tempat mana yang bisa disebut rumah oleh mereka. Tugas kita hanya tidak mengusik kenyamanan yang sudah tercipta bagi kelangsungan hidup mereka.

Untuk teman-teman pemenang yang terpilih nanti bersama panitia menjelajah langsung hewan emas ini, diharapkan patuh akan instruksi pawang yah. Ingat, pikirkan tentan g mereka, jangn terlarut dengan kesenangan pribadi saja. Tetaplah sportif teman-teman. Dan jangan meninggalkan sampah yah di sana. Bali dulu begitu indah, bak nirwananya dunia, namun kini tercemar oleh sampah. Jangan mengulang kesalahan yang sama, bersama kita jaga kelangsungan hewan ini. Indonesia dipercaya sebagai rumah hewan langka bumi, mari sama-sama kita jaga titipan ini. Kalau ada tagline pernah kita dengar “tidak ada badak tidak bagus”, maka untuk ini saya  mengajukan hal serupa namun tak sama “son ada orah, son ada keajaiban”
HORAS :D
Read More >>
Selamat siang...
Wahh,, kangen juga nih gak buka blog hampir seminggu. Kesibukan yang ternyata belum membuahkan hasil kemarin itulah yang menjadi penghalang untuk ku berkunjung ke rumah maya ku ini.Postingan kali ini kelanjutan dari postingan yang menyinggung tentang interview x pertamaku.

Yah, jadi setelah interview HR, ternyata aku diminta datang interview SVP seminggu kemudian. Seneng sih, tapi dag dig dug-nya itu loh luar biasa kali.Apalagi lah interview SVP ini, pikirku. Selang waktu kerja, sambil curi-curi waktu, ku pun mencari tau seputar SVP, seperti apa interviewnya dan bagaimana menjawab kemungkinan pertanyaannyanya nanti. wow, ternyata banyak juga yang berbaik hati menshare pengalaman serta trik-triknya di google. Wah terimakasih sekali buat yang sudah menshare. Dapatlah aku sedikit gambaran mengenai interview user ini. Hanya punya waktu 2 hari 1 malam untuk membaca dan mencoba memahami dengan versi penalaran yang tak seberapa sebelum menghadapi ujian yang sebenarnya.

Sampailah hari-h. Aku pun minta ijin dengan dalil sakit, asam lambung kumat (padahal tak pernah ada masalah dengan jenis penyakit ini, semoga tak akan kualat lah aku) untuk datang ke interview yang akan dimulai jam 10 pagi. 30 menit sebelum jam interview aku sudah hadir di ruang tunggu pelamar di kantor itu. Belum ada peserta yang lain yang datang. Aku pertamax-nya, yah mudah-mudahan aku juga yang menjadi peserta yang pertama lolos sampai tahap akhir (hiihiiiiii,,,ngarep :D ). Sampai jam 10 ku dapati hanya 5 orang yang datang, dan aku ditetapkan akan dipanggil pada urutan yang ke-3 (padahal duluan datang lohhh).

sampailah giliranku, dengan perasaan berkecamuk aku pun masuk. Saat mengucapkan salam masuk, mata ku pun terbelalak ternyat ada 2 interviewernya. Jantung pun berdetak semakin cepat. Namun sebisa mungkin ku coba menetralisir kegugupan ku (paling tidak jangan sampai menjawab dengan mengeluarkan banyak monorism (eg: ehhmm,,,errr...anu...itu...)apalagi sampai garuk kepala). Pemwawancara pun memperkenalkan dirinya. Dan memintaku untuk memperkenalkan diri juga namun dengan bahasa inggris (karena dalam form lamaran kemarin aku sebutukan, fasih bebrbahasa inggris). Okeh, perkenalan singkat saja, aku pun bisa melewati permintaannya yang pertama ini. Selanjutnya pertanyaan yang diajukan juga sudah ditanyakan saat interview HR, jadi aku sudah bisa lebih tenang dan santai menjawabnya. Yang berbeda adalah frekuensi pertanyaan seputar personal saat kemungkinan akan mengalami masalah dalam kerjaan lah yang banyak ditanyakan. Bagaimana jika kamu berada dalam situasi bla...bla...bla..apa yang akan kamu lakukan? dan ada satu pertanyaan yang berkaitan dengan loyalitas. Si pewawancara mengkodisikan seolah olah saat aku sedang bertugas namun ada telpon dari rumah bahwa ayah sedang sakit, dan hanya aku yang bisa mengantarnya saat itu, apa yang akan aku lakukan. menghela nafas sejenak aku pun mengutarakan dengan jujur. Saya mengerti bahwa saya haruslah loyal terhadap perusahaan dan tetpa menjalankan tugas, karena itu tanggung jawab, namun posisi saya juga sebagai anak yang tak mau menyesal dikemudian hari jika keadaan orang tua ternyata tambah buruk dengan saya tetap memilih pekerjaan. Tindakan saya, saya akan meminta pengertian dari atasan untuk mengijinkan meninggalkan tugas sebentar, namun jika tidak diijinkan dengan menanggung resiko saya akan tetap mengantarkan orangtua saya, karena mereka adalah prioritas.Respon dari pewancara sendiri tidak terlihat apakah dia membenarkan tindakan saya atau sebaliknya. Pertanyaan selanjutnya seputar pekerjaan yang saya lamar di perusahaan itu. Dan sampailah saat pewawancara mengatakan "ok", untuk pemberitahuan anda masuk tahap selanjutanya atau tidak akan dikabari paling lama 3 hari, jika dalam tiga hari tidak ada kabar, dianggap gugur.

Aku pun langsung pulang menuju rumah, karena sudah ijin tidak masuk (asikkkkk,,hehhheee,,,jgn ditiru ya)
Eh ternyata jam 6 sore, aku dapat pemberitahuan untuk hadir di test berikutnya, test english dan psikotest. Alamak, besok jam 9 pagi? test psikotest itu apa aja? blank seketika. Tidak punya bahan dan pengalaman sama sekali mengenai test psikotest ini. Berlatih soalnya pun tidak pernah. Celaka 12. Alhasil langsung terpikir meminta si mas pacar untuk mengirimkan bentuk soal psikotest itu seperti apa-apa saja. Sejam kemudian ku dapat lah gambaran mengenai soal psikotest itu. Banyak x ragamnya cuy. Sementara aku cuma punya kesempatan beberapa jam saja. Film yang lagi ditonton pun di stop, mulai membaca. Contost psikotest yang ku punya hanyalah yang dikirim oleh mas pacar dalam format pdf yang hanya bisa diliat dari media laptoku saja. Baru setengah jalan mencoba untuk membahas soal deret angka, eh listrik padam. WOW, celaka 21. aihhhh...pasrah lahhh...besok seperti apa ya begitu lah, pikirku.

aku pun tidur dan yahhhh tentunya sudah bisa dibayangkan test yang akan ku jalani seperti apa. Dan sampai pada kepastiaannya bahwa aku memang gagal di test ini, hasil psikotest ku mungkin yang tidak mencapai standart perusahaan tersebut. Mengenai psikotest sendiri yang diajukan adalah gambar, lalu test koran, dan test gambar abstrak. Rumit tentulah bagi awam seperti aku ini. Namun mencoba tegar dan bertawakal sajalah. Aku percaya kerjaan bagus tidak hanya ada di perusaan itu. Aku akan tetap mencoba dan berusaha lagi. Yang paling penting belajar psikotes dulu. hehehheheee...

Buat teman-teman yang mau melamar, persiapan itu adalah mutlak dan doa itu adalah jembatannya. Jadi lakukan keduanya dengan seimbang yah. Jika kita sudah maksimal melakukan usaha maka meskipun belum berhasil efek yang dirasakan tidak akan seberat jika kita tidak melakukan usaha apapun untu keberhasilan itu. Sukses untuk kita semua. Chaiiyoooo!!!!!

Read More >>
pria paruh baya ini ku sebut dengan jai langkung. bagaimana tidak, kedatangannya tidak pernah diundang apalagi diantar. dia datang nyelonong masuk keluar kantor sesuka hatinya. tanpa berpamitan.

Tepatnya sebulan sebelum pemilihan CAGUB&CAWAGUB SUMUT si jai langkung datang ke kantor. awalnya saya menduga kedatangannya hanya untuk menyapa sahabat lamanya yang masuk bekerja di sini atau sekedar menyapa pimpinan yang juga sudah dikenalnya lama.Namun hampir setiap hari jailangkung berkunjung ke kantor. bahkan si jailangkung konon juga berkunjung langsung ke rumah pimpinan. entah di siang hari, atau sore hari,,yaa sesukanya saja.kehadiranya sungguh tidak diinginkan kebanyakan orang di sini. sikap yang kami tunjukkan juga sekedar saja. tapi entah mengapa dia datang bahkan semakin sering datang.
Barulah belakangan hari ini saya tahu tujuan utama kunjungan si jailangkung ini.terdengar pembicaraannya dengan bos yang menyatakan bahwa dia bersedia menggalang suara di daerah asalnya untuk memilih calon yang notabene adalah ipar pimpinan. mulai lah dia menawarkan strategi-strategi untuk mendapatkan simpatik si bos.Apakah si jailangkung tulus sekedar ingin membantu???? aku rasa tidak..Namun sayang, sepertinya pimpinan juga kurang begitu tertarik dengan tawaran si jailangkung. namun enggan juga untuk menolak niat baik kenalan lamanya itu.kemarin pagi jailangkung datang dengan membawa 2 kerdus berisi DVD lagu bahasa daerah. katanya sih untuk dibagi-bagikan gratis saat dia kampanye di kampungnya. awalnya si bos terkesan tidak begituu respon, karena mungkin si bos ini juga mengerti maksud terselip si jailangkung. saat itu yang saya dengar, si jailangkung minta difasilitasi mobil untuk kampanye ke kampungnya. saat itu si bos sudah mengutarakan bahwa semua mobil yang dimilikinya juga sudah digunakan untuk kampanye ke daerah lain, tidak ada mobil yang menganggur. lagian khusus di daerah bapak, sudah ada tim sukses yang menangani, tutur si bos.
Si jailangkung tetap bersikeras dengan niatnya. meskipun saya pikir itu sudah merupakan sebuah penolakan halus si bos. namun entah apa yang ada dipikiran si jailangkung. tidak kah terbersit sedikit pun di benaknya bahwa tidak ada yang wellcome dengan kedatangannya???aku tak habis pikir.Tapi sepertinya usaha si jailangkung pun terkabulkan yang saya yakin tidak dengan keikhlasan si bos. bos meminta staf untuk membooking mobil untuk alat transport beliau kampanye ke daerahnya. dan tanpa dibekali biaya akomodasi.
Kok mau???? pikir ku dalam hati.kalau saya jelas keberatan. dibiayai saja saya masih pikir ulang, apalagi gratisan begitu. nehi la yauuu...sore harinya, mobil sewaan datang, dan si jailangkung beserta berkas-berkasnya di kardus pun pamitan untuk kampanye ke daerahnya di gunung sana.*sighlega sekali, ya paling tidak saya tidak melihatnya untuk beberapa hari ke depan, pikirku.Namun yang namanya jailangkung sungguh tak dapat terprediksi kedatangannya meski menggunakan alat pendeteksi apapun.
Semua yang ada di sini bersamaku menduga dia akan muncul lagi jumat nanti. namun betapa shocknya kami....,,,siang tadi sosok itu muncul di hadapan kami semua.Haaaaaaa??????????????mata terbelalak menyambut kedatangannya.Staff pun langsung bertanya, sudah kampanyenya pak???Sudah, katanya, tapi mereka kebanyakan minta uang atau kompensasi lainnya. pusing saya...Astaga....,,,,kenapa bapak ini baru sadar???? polos kah atau apa sebenarnya yang dipikirkannya? sudah jelaslah butuh dana untuk kampanye.

Read More >>
Masih terkait pengalaman saat interview  kali pertama ku. Dalam form yang diberikan perusahaan itu untuk ku isi ada serangkaian pertanyaan-pertanyaan yang terlihat mudah namun sangat susah untuk diungkapkan.

Praktis butuh waktu beberapa menit untuk ku sampai akhirnya tertulis lah beberapa rangkaian kata untuk pertanyaan berikut ini :

1. Apa cita-cita anda?
2. Apa Sifat Pekerjaan yang Anda sukai?
3. Apa hobby anda?

Dulu, sewaktu saya kecil sampai beranjak remaja dengan lantang saya bisa menjawab pertanyaan no. 1 di atas. Dulu, saya ingat dua jawaban mutakhir saya adalah menjadi polisi dan pramugrari. Namun beranjak SMA dua jawaban itu bahkan tidak lagi terlintas di benakku. Bahkan aku mulai mendapati kesulitan untuk menggambarkan akan jadi apa aku kelak. Semakin dewasa aku semakin dikaburkan oleh pertanyaan ini. Sampai pada saat pertanyaan itu ditanyakan tertulis jumat lalu, aku berpikir untuk mendapatkan jawaban yang tidak klise dan terdengar baik dimata pembaca. Namun setelah saya sadari, jawaban ku tak lebih hanya sebuah jawaban yang abstrak. Mengapa semakin dewasa pertanyaan ini serasa semakin tak mudah untuk dijawab? Bodoh kah aku? akhh entah lah. Pada saat itu pertimbanganku hanyalah bagaimana agar apa yang ku tuliskan tak tersirat konyol bagi si pembaca. Bagaiman dengan anda? Apa jawaban anda untuk jawaban pertanyaan no. 1 tersebut?

Untuk pertanyaan yang kedua juga aku menemui kesulitan. Mau di skip, takut tercap tidak tahu akan maksud pertanyaan. Mau menuliskan siap bekerja underpressure juga takut kejadian. Saat itu aku sempat melirik jawaban yang dituliskan pelamar lain dengan kata "santai tapi serius". Akkhhh, aku akan berpikir jutaan kali untuk menjawab dengan senada jawabannya itu. Jika anda menjadi saya, jawaban seperti apa yang akan anda sampaikan?


Untuk no.3 saya tahu betul apa yang menjadi hobby saya. Tapi apakah jawaban saya itu akan terlihat credible bagi mereka. Saya hobby nonton, baca tulisan ringan, dan menjelajah di dunia maya. Dan apakah itu akan membantu saya terlihat plus dari pelamar yang lain? Sama sekali hobby saya itu tidak ada keterkaitannya dengan pekerjaan itu. Namun, apa yang terjadi terjadi lah, bersikap jujur adalah pilihan saya, karena saya juga tidak tahu untuk memperindah jawaban untuk pertanyaan ke 3 ini. Yang saya pertimbangkan adalah, dalam sisi psikologis pastilah ada keterkaitannya pertanyaan semacam itu ditanyakan untuk pertimbangan mereka menyeleksi calon karyawannya.

Terlalu banyak pertimbangan adalah sifat saya yang terkadang menguntungkan namun tak jarang juga menjadi boomerang bagi saya.

Sekarang saya membenarkan tagline salah satu provider yang menyatakan "menjadi dewasa itu menyenangkan, tapi susah dijalani". Memang seperti itu lah keadaanya. Hal yang waktu kecil hanya lah a piece of cake, saat dewasa menjadi a bowl of soup (nyambungnya kemana itu yahhh,,,hehehheeee)..

^^
Read More >>
Sangat jelas diingatanku, bagaimana antusiasnya masyarakat di lingkungan rumahku menyambut hari kemerdekaan RI. Seminggu sebelum hari H telah terselenggara beragam perlombaan dan puncak acara terselenggara di tanggal 17. Keriuahan selama pertandingan berlangsung benar-benar menyemarakkan esensi kemerdekaan. Seolah telah terlepas beban yang begitu besar sehingga kebahagiaan dapat terpancar dari setiap wajah yang mengikuti atau sekedar menyaksikan acara. Sayang, kemeriahan itu aku dapati hanya berlangsung sampai ku SMP saja. Saat ini sudah tidak ada lagi. Entah alasan apa, aku juga tidak tahu.

Sepi, tak ada hal khusus kecuali hari libur, itulah hal yang terasa kini mengenai kemerdekaan di lingkungan rumahku. Yah paling ada sedikit aktivitas perayaan yang dijumpai di sekolah-sekolah di dekat rumah ku. Namun itu juga tanpa suatu perayaan yang heboh, paling upacara dan perlombaaan kebersihan antar kelas. Jangan kan tentang perayaan. Untuk memasang bendera saja, saya hanya menemukan beberapa. Di rumah ku sendiri, aku tidak tahu kemana hilangnya tiang dan bendera yang biasanya tersimpan di gudang.

Sesepinya perayaan kemerdekaan di kampung ku, ternyata lebih sepi lagi di kota besar ini. Sepanjang saya mengitari jalan dari satu tempat ke tempat yang lain, tak ada di sepanjang jalan ku dapati tiang dengan kibaran sangkaka merah putihnya. Pedangang kaki lima yang menjajakan bendera dan pernak-pernik kemerdekaan lainnya lah yang setidaknya akan memberikan signal bahwa hari itu adalah hari kemerdekaan RI.

Tapi kemana esensinya? Kemana suasananya? Mengapa perayaan kemerdekaan hanya dijalankan semasa wajib belajar saja? Mengapa tidak berlangsung di universitas?

Hmmmnnn,,,,sangat merindukan suasan meriahnya kemerdekaan saat aku kecil dulu. Meski tak turut berjuang, tersa bahagia sekali bisa merasakan kemerdekaan itu. Tapi kini, kemerdekaan hanyalah tanggal merah, saatnya untuk bersantai di rumah tanpa melakukan apapun...
Read More >>
apa yang kamu baca di sini, adalah berdasarkan pengamatan penglihatanku, pendengaranku, mengenai apa yang tertuliskan di judul dengan scope di Indonesia terkhususnya di daerah sekitar dimana aku sedang berada.dan ku dedikasikan untuk memperingati Indonesia's Independence day.

di sini, ku cuma mencoba memaparkan saja, dan gak ada maksud untuk memicu konflik antar SARA.

SARA adalah singkatan sari Suku, Agama, Ras dan Antar Golonga. dan salah satu negara yang memiliki masyarakat yang kaya akan SARA yaaa Indonesia.
terdiri dari ribuan pulau, yang dimasing-masing pulau tinggal beragam suku yang pastinya juga beragam bahasanya, agaamanya, dan kepentingan golongannya. hanya saja, rasanya keberagaman ini masih sangat sulit untuk diterima dengan hati yang tulus dan niat untuk menghargai keberagaman itu.

buktinya apa????
yaaa, buktinya seperti yang sering aku saksikan dengan mata telanjang ataupun melalui media massa, media electronik dan lain sebagainya yang memberitakan adanya perang suku, adanya pengrusakan terhadap rumah ibadat suatu agama, ataupun bentrok pendapat antara sesama pemuka agama, dan pastinya masih banyak lagi contoh2 yang dapat dikaitkan dengan judul.

apa yang terjadi ini kan karena tidak adanya rasa persaudaraan yang kental dan mendarah daging. mungkin saja, kalo ditanyakan ke pribadi tiap individu pasti jawabannya "yaa...menghargai donkkk, namanya kita Bhineka Tunggal Ika, landasan Negara juga Pancasila" atau "pastinya aku menghargai umat yang lain". semuanya manis di mulut tapi pada kenyataannya?????
konflik yang menyangkut SARA masih saja didapati di berbagai daerah di INDONESIA.

dan yang ku perhatikan, diantara SARA itu, perbedaan AGAMA lah yang paling mencolok. Sensinya luar biasa. terbukti dari pengamatanku di cyber world ini, kalau ada artikel yang berbau Agama, pasti banyak pembaca yang memberikan komentar. bahkan tidak jarang sesama pembaca bertengkar komentar untuk membela agamanya. (jadi lebih menarik membaca pertengkaran komentar daripada berita yang disajikan).

di Indonesia sendiri, agama yang mayoritas itu adalah agama ISlam, di susul agam Kristen. dan kecapkali agama yang dua inilah yang sering cekcok.

aku sendiri menganut agama Kristen. dan sering sekali merasa kesal dengan ulah segelintir pihak yang berhubungan dengan agama Islam. Apalagi kalo berbicara tentang forum yang bernafaskan Islam "FPI". aku tidak tau kenapa forum ini begitu sensitf, seakan-akan kewenangan beragama di Indonesia ini sepenuhnya milik mereka.
contohnya seperti yang terjadi di saat2 bulan Ramadhan seperti ni. mereka menuntut selama bulan Ramadhan tidak ada usaha yang bergerak di bidang makanan boleh membuka usahanya di siang hari.

apa itu tidak terlalu egois???
membatasi rezeki beberapa pihak itu namanya kan.

apa FPI ini tidak mengingat adanya umat lain di Indonesia ini??? apa FPI ini tidak mengindahkan keberagaman yang ada di negeri ini????

nah seandainya mereka menutup usahanya, mereka mau makan apa selama sebulan ini???? apa tu tidak terpikirkan oleh mreka??

haruskah mereka yang berpuasa, orang lain yang tidak puasa pun seolah-olah diharuskan untuk berpuasa????

adil gak sihhh?????

jujur, aku sendiri terpancing emosi membaca artikel yang isinnys "FPI meminta warung ini- warung itu tutup".

dan image ku terhadap agama itu jd buruk meskipun aku percaya gak semua umat islam setuju dengan tindakan FPI itu.

dari contoh ini, aku sendiri mengakui "Agama" itu adalah hal dengan sensifitas yang tingggi. buktinya, aku terpancing emosi, dan FPi pun sepertinya terpancing emosi, karena mendapati ada warung yang buka di siang hari dan menganggapnya sebagai tindakan tidak menghormati umat islam. mreka lalu memberi peringatan dan memungkinkan untuk meutup secara paksa.

kalo hal ini berkembang terus, lambatlaun akan terjadi perpecahan. Indonesia tidak lagi berlandaskan Pancasila.

dari kenyataan ini pun aku mau belajar untuk tetap memegang makna yang tersurat ataupun tersirat dalan PANCASILA. sesusah apapun itu aku berjanji untuk terus mencoba. mengahargai perbedaan memang sulit sekali, apalagi ketika perbadaan itu sedang muncul ke permukaan. jika semakin di intervensi maka akan seperti bom yang dapat meledak kapan saja.

PANCASILA itu Indah. Pancasila itu Rumah kita, Indonesia. yukkk saling mengharagai satu dengan yang lain, dan Indonesia akan tetap satu. Happy Independence day Indonesia! 




GBU
REGENNY
Read More >>
Org2 lalu silih brganti,
ada yg dtg,
ada yg prgi,
tp aq masih
du2k di sini,
hanya utk mnepati janji

Akhh,ntah uda brp lma q di sni
Tp yg dinanti tak kunjung mghampiri

Ish, srasa tak pasti lg pnantian ini,
tak q pungkiri,
jenuh mulai menggerogoti diri.

Tp knp ku masih brthan di sini?
Knp q enggan tuk branjak pergi?

knp hati ini trlalu ingin utk ttp mnanti,
ttp brhrp klo ia kn mghampiri..


(momment saat menanti dosen untuk revisi skripsi)
Read More >>