Tampilkan postingan dengan label SHARING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SHARING. Tampilkan semua postingan
Emon, menjadi perbincangan diantara segelintir pelaku pelecehan seksual yang terblowup dikarenakan korban-korbannya yang sudah mencapai ratusan orang. Berdasarkan pengakuan emon tercatat 120 nama anak korban pelampiasan birahinya yang dicatat dalam sebuah buku kecil. 

Read More >>
Orang Indonesia itu sebenarnya kaya-kaya. Itu uang saya lihat dari iklan, reklame, spanduk,bahkan kartu-kartu nama yang saat ini menjadi hiasan sepanjang kota tempat ku berada saat ini. Beragam warna bentuk serta tulisan-tulisan manisnya terpampang megah di tengah, sudut bahkan sampai pelosok kota. Malah pagi ini, saya dikejutkan dengan sebuah billboard nan megah dari salah satu calon DPRD dari partai kuning. Bessaaarrr sekali, barang kali ini bilboard hampir sama besar dengan billboard yang meramekan jalanan saat musim kampaye gubernur kota ini. Wah, ini orang pasti banyak uang, pikirku.

Dengan dana yang jika melihat usaha mereka mempromosikan diri lewat kartu nama, spanduk, billboard, kalender, bahkan mobil-mobil yang distiker dan lain sebagainya, tak salah lah jika ku berpendapat, kalau mereka yang ikut menjadi calon pilihan ini adalah orang-orang yang berada alias kaya boo..!!

Dana besar untuk gaji dibawah puluhan juta????
Masuk akal gak sihh? Belum lagi resiko kalah saat pemilhan. Weleh-weleh. Disaat yang bersamaan aku pun mengerti mengapa kebanyakan mereka yang ikut didalamnya membutuhkan suatu tameng yang katanya mampu membantu keberhasilannya sebagai pemenang pilihan. Meski mereka dilatarbelakangi pendidikan yang super tinggi sekali pun. 

Resiko stress berujung rehabilitasi di RSJ pun bukan jadi keheranan lagi jika melihat kebelakang dana yang sudah digelontorkan untuk ajang ini. ya...ya...pantas saja.

Dengan dana yang begitu besar, mungkinkah motivasi mereka menjabat nantinya benar lah tulus untuk kepentingan rakyat??? Jujur, saya ragu akan itu. Bagaimana tidak, pengorbanan yang sudah dikerjakan dimuka, pasti lah sedikit banyaknya mempengaruhi pemikiran si terpilih untuk bisa mengembalikan apa yang sudah dikeluarkan itu. Dengan gaji di bawah puluhan juta? bagi yang berhati tulus, memang hal ini tak akan jadi masalah donk ya untuk menunggu beberapa bulan sampai modal kembali. Celaka lah bagi mereka yang tidak tulus itu, maka korupsi menjadi alternatifnya. 

Saya rasa semua atau katakanlah sebagian khalayak yang berwenang dalam hal ini menyadari akan hal ini. Namun tanpa memberi sedikit pun tanggapan yang berarti untuk menekan korupsi. Kenapa tidak ada action sihh?
Kalau kampanye semacam ini memicu korupsi, mengapa masih dibiarkan diberlakukan? Apa tidak ada cara lain untuk mempromosikan diri? Toh, tujuannya untuk memperkenalkan pilihan-pilihan yang ada kepada si pemilih kan? Atau mungkin ada kepentingan lain terkait partai? untuk hal ini saya tidak tahu menahu lah.

Yang saya soroti adalah ketidakefektifan kampaye dengan mengiklankan diri sebegitunya. Setelah masa kampaye, semua itu akan menjadi sampah. Jalanan kotor, batang pohon-pohon rusak akibat tancapan paku. Dengan kata lain uang itu sebagian besar menjadi sampah. Sebagian lagi menjadi sumber penghidupan mereka yang berkecimpung dalam usaha percetakan.

Bagaimana jika tidak lagi diberlakukan kampanye seperti itu. Kampanye diganti dengan aksi blusukan. Berkunjung ke panti-panti, atau ke perhimpunan sosial lainnya. Atau terjun langsung ke lapangan terkait pekerjaan yang akan diemban nantinya. 

Saya rasa iklan lewat mulut ke mulut lebih efektif ketimbang sekedar membagi-bagikan sampah tadi. Rakyat pun bisa merasakan sendiri seberapa inginnya mereka menjadi wakil dari rakyat. Tidak ada sampah, rakyat pun terutamakan. 

Read More >>
Rasa-rasanya keberhasilan sangat jauh dari kehidupanku. Di umur ke 25, mendapati diri masih belum ada perkembangan membuatku nyaris putus asa. Bekerja masih di posisi yang sama, ketika ku diterima di perusahaan tempat ku mendapatkan rupiah saat ini. Padahal sudah tiga tahun berselang.
"Makanya, coba melamar donk di tempat lain?"
Eits, jangan pikir aku tidak menjatuhkan lamaran kemana-mana ya. Konyol sekali aku jika menginginkan suatu perubahan tapi tidak melakukan apa-apa. Di awal enam bulan berlalu setealah menjadi karyawan di sini, hampir setiap pagi (jika ada waktu luang) aku membuka loker-loker yang bertebaran di dunia cyber. Dan saat melihat ada info yang sesuai dengan kapasitasku, saat itu lah ku jatuhkan lamarannya (via email). Namun, seperti melihat ke kaca yang penuh dengan bulir-bulir hujan, seperti itu lah nasib lamaran demi lamaran yang ku kirimkan-kabur. Tak ada balasan sama sekali.

Salahnya dimana ya? Segala kemungkinan kegagalan pun ku coba mencari tahu dari pendahulu-pendahulu yang berbaik hati membagi pengalamannya seputar lamaran kerja. Aku pun mulai memperbaiki kemungkinan kesalahan itu, dan menerapkan perbaikan yang telah ku baca dari beragam masukan lewat beragam sumber. 

Singkat cerita, dari sekian banyak lamaran yang sudah ku kirimkan sampai menginjak tahun ke-3 ini, bisa dihitung dengan jari lah lamaran yang sukses dilirik perusahaan untuk dipanggil interview. Hasilnya? Gagal semua. Kebanyakan aku gagal di tes yang terakhir.

Lemas, harapan menipis dan mulai mencari-cari kesalahan (dari diri sendiri maupun dari tim penguji). Bahkan ekstremnya, ku pernah mempertanyakan kegagalan ku ini kepada sang Pencipta. "Tuhan, aku kan tidak jahat-jahat kali jadi umatMU, aku juga selalu meminta padaMu setiap kali menjatuhkan lamaran,tapi kenapa yang ku dapat hanya kegagalan?" "Sebegitu berdosanya kah aku di hadapanMU, sampai tak Kau pandang aku sedikit pun?".

Sadar-sesadar sadarnya, bahwa Tuhan itu tidak pernah tidur, Dia tidak mungkin kejam terhadapku. Namun, ditengah kesedihan dan nyaris putus asa, kedaginganku membuatku semakin buruk saja. Aku tahu aku salah dengan mempertanyakan seperti itu kepada Tuhan, namun aku seakan tak berdaya, menahan kemarahan dan kekesalah karena kesedihan dibalik beragam kegagalan ku ini.

Bukan hanya di karir ku merasa tidak beruntung, dalam cinta pun ku buntung. Enam tahun berhubungan, kandas juga. Berakhirnya hubungan, memberikan penyesalan tersendiri. Ku telah membuang-buang waktu selama enam tahun, dengan orang yang ternyata bukan jodoh yang dipersiapkan untuk ku.

Merenung dan terus merenung, berbalik ke masa lalu, untuk melihat sikap ku di setiap kegagalan yang ku alami. ku dapati, kesalahn memang ada padaku. Sampai saat ku mendengarkan khotbah di kebaktian pagi, aku pun semakin disadarkan. Ilustrasi yang diceritakan pak pendeta tak khayal adalah cerminan diriku juga. 
"Ada seorang bapak batak kaya, yang sudah divonis memiliki penyakit yang serius. Dokter yang memeriksa beliau, kebetulan adalah tetangga di komplek perumahaannya. Dokter itu menyatakan, bapak terkena hipertensi yang mengkhawatirkan. Untuk itu bapak, harus menjauhi makanan yang bisa memicu penyakit bapak. Hindari makanan berlemak, terutama saksang, lomok-lomok dan daging lainnya. Bapak hanya dianjurkan untuk mengkonsumsi semua yang hidup di air. Si bapak batak pun kecewa, karena ternyata olahan dari daging terutama B2 adalah santapannya setiap hari, dia merasa belum makan kalau tidak memakan daging itu. Namun demi kesehatannya, si bapak pun berupaya menjalankan nasehat si dokter. Beberapa hari berselang, sang dokter yang kebetulan sedang joging di sekitar komplek, menyempatkan untuk melihat si bapak batak, untuk mengecek kondisinya. saat mengetuk pintu rumah si bapak, pembantu yang membukakan pintu, lalu si dokter pun bertanya "bapak mana?". Si pembantu menjawab, bapak lagi berenang pak. "oh, berarti bapak menjalankan saran saya, baguslah, kata si dokter. "tapi dok, tuan saya berenangnya aneh", balas si pembantu sambil mengajak dokter ke arah kolam berenang. Dan ternyata, astaga...., si bapak batak bukannya berenang semata untuk kesehatannya tapi juga untuk kedagingannya. Si Bapak Batak berenang bersama seekor babi"
Tawa pun menggelegar saat pendeta selesai menceritakan ilustrasinya. Aku pun ikut tertawa, tapi lebih tepatnya menertawakan diri sendiri. Barulah ku sadari ternyata selama ini, aku seperti si bapak batak itu, meminta Tuhan memberikan kebaikan namun memaksa Tuhan untuk memebrikannya seturut dengan apa yang ku pikirkan. Tak heran selama ini hanyala kekecewaan yang ku dapat.

Sepulang ibadah, aku pun menyadari bahwa berdoa pun, namun kalau kesannya memaksa, doa itu salah. Aku tidak benar-benar mempersilahkan Tuhan memberkatiku dengan caraNYA, tapi aku memerintahNYa untuk bekerja seturut keinginanku. Saat yang bersamaan ku pun mengerti, aku belum berhasil hingga kini, dikarenakan memang aku yang belum siap untuk dilimpahkan keberhasilan itu, ditambah caraku meminta juga salah.

Read More >>
Berkumpul dengan 2 sahabat semasa kuliah memang sangat menyenangkan. Momment libur tahun baru membawa kami ke dalam waktu menikmati kebersamaan yang sudah lama sekali tak pernah terlakoni lagi. Yeaaayy,,kumpul.  
Meski tak ada tempat menarik di kota ini yang bisa mendukung pertemuan singkat kami ini, tapi tak lah menjadi halangan. Sebuah kursi persinggahan yang berada di dalam sebuah mall pun menjadi tempat pelampiasan kami untuk saling bercerita tentang suka-duka 2013. Cerita-cerita mereka membuatku bisa melihat, betapa Tuhan menyertai mereka, meski hasil nyata berkat itu di mata dunia tidak lah seberapa. Salah seorang teman, sampai menangis mencurahkan kesedihannya saat berkumpul bersama saudara dan keluarganya di kampung halaman. 
Read More >>
Entah mengapa, belakangan ini operator beberapa provider telekomunikasi kerap dan semakin berkesinambungan sepertinya mengirimkan sms-sms kepada pelanggannya. Kegiatan ini terasa semakin mengganggu bagi saya pribadi. Tak jarang ketika saya sedang dalam keadaan kerja, lalu hp berdering,tanda sms masuk, buru-buru mengambil hp disaku, eh ternyata sms dari provider. Kalimat dalam sms beragam, dan saya merasa belum pernah beruntung ketika mendapatkan sms itu, cenderung terganggu. Belum lagi, aksi-aksi orang yang tidak bertanggung jawab yang sering mengirimkan pesan "selamat anda memenangkan bla..bla..bla..", atau "transfer ke rek ini atas nama ini", belum lagi sms yang kerap membuat rasa geli "ma, "papa kehabisan pulsa ma, kirim ke no ini ya". Geli bangettt...,karena saya kan belum bersuami. Bagi saya, setiap hari mendapat pesan dengan nada demikian, membuat urat saraf menegang, dan saya bawaannya langsung kesal. Bisa pula disimpulkan, ini sudah meresakan bagi saya. Bercerita ke teman kantor, mereka pun berpendapat sama seperti saya. Sama-sama juga merasa dirugikan. Malah ada dari mereka yang mendapat sms dengan nada "NO, togel hari ini sekian sekian". Wah ini kan bahaya. Kalau saja si penerima sms sedang akan membuka pesannya saat dia berada di warungmakan, nah kebetulan orang yang disebehnya adalah seorang polisi, yang tanpa sengaja mengarahkan pandangan ke hp-nya dan sama-sama membaca pesan tersebut, si polisi tentunya akan menduga teman kantor saya ini pemain togel. Bisa jadi kan?
Read More >>
Saya salut dengan teman-teman seiman yang memilih profesi menjadi Pelayan full time bagi YESUS. Sungguh pilihan yang tidak mudah dan penuh tantangan pastinya. Lohhh bukannya mengikut TUhan itu menjanjikan kebahagiaan? Apalagi kalau total sampai mengabdi seperti pendeta dan pelayan terkait. Yup, benar sekali upah mengabdi kepadaNYA, ku percaya besar adanya. Tak ternilai jika dibanding dengan kemewahan yang ditawarkan dunia. Berada dekat orang-orang yang sungguh beriman kepadaNYA saja membuat hati damai. Apalagi jika menjadi bagian dari mereka. Tapi untuk mencapai itu semua, harus mengorbankan banyak sekali hal. KArena ingat, ketika memutuskan menjadi pelayanNYA, hidup kita menjadi sorotan orang lain, hidup kita juga bisa menjadi standart bagi hidup orang lain. Menjadi standart? Maksudnya? Maksudnya begini, saat kita yang notabene adalah pelayan, namun pola hidup kita masih mencerminkan ketidakkudusan. Maka jangan heran saat banyak melontarkan pernyataan begini: "Alahhhhh, pendeta juga masih merokok kok. Berarti gak salah donk" "Alahhhhh, itu calon pendeta tapi pacarannya gonta ganti kok,MBA juga kok, berarti gak apa lah kalo kita juga gitu" "Alahhhhh, itu mahasiswa teologi, pakaian seksi- seksi kok, berarti it's ok donk pake u can see my ketie" Dan hal ini pula lah, menjadi penghambat atau menjadi acuan bagi sodara kita tetangga yang semakin menganggap kita ini sesat. Dan ajaran Yesus juga semakin salah di mata mereka. Saya pernah mendengar langsung salah satu dari mereka berujar "gmana mereka bilang, Tuhannya jalan keselamatan,lah ke gereja aja pakaiannya minim begitu. mereka mau ibadah atau apa? kan bagus kita dianjurkan untuk tertutup,isshhh dasar kafir" Semacam ditampar-tampar pakai kuali saudara mendengarnya. Dan apa yang dikatakannya emang benar. Banyak yang seperti itu ke gereja. Dan sejujurnya hal yang sama juga terlontar dalam benak. Mengapa mereka berpakaian begitu? Dan terus terang, saat melihat mereka yang seiman apalagi yang terjun ke dalam pelayanan terlihat seperti kasus di atas, dalam hati ini meragukan keimanan mereka. Karena pasti ada yang salah. Jika persekutuan itu benar, maka mereka juga akan melihat hal itu adalah salah.
Read More >>
Aku sedang berada salam titik jenuh akan aktivitasku. Sudah 3 tahun, no progress, tidak ada hal baru nan menantang, semua kegiatan berulang ku lakukan setiap harinya, dan sekarang ni benar-benar seraya sudah pada ambang batasnya. Namun, aku tak bisa berupaya apapun. Satu-satunya yang sangat diinginkan pikiranku adalah, aku akan berada dalam suasana yang tenang, suasana dimana aku tidak sempat memikirkan masa depanku, tuntutan orang tuaku, nasehat-nasehat orang dekat ku dan semua hal yang hanya menumpuk beban dalam pikiran ini saja. Ini aku di titik jenuh ku dan ini aku si pecundang. Menolak menghadapi kepahitan hidup, menolak menghadapi kekecewaan orang-orang terhadapku. Aku menolak untuk berada pada posisi itu. Semua yang baik terlupa begitu saja, yang ada hanyalah suara keluhan tentang ini dan itu. Membuat diri semakin menyedihkan saja. Alam bawa sadar ku tahu, hanya bersikap bersyukur lah aku bisa terbebas dari rasa tak berdaya ini. Bukannya gampang bersyukur saja? Hanya mengambil waktu diam, melipat tangan dan menutup mata, melakukan penyembahan kepada Pemberi Hidup, menyatakan Betapa nikmatNya hidup yang diberikanNYA. SUngguh keadaanku tak akan lebih baik dari sekarang jika aku tak ingat untuk bersyukur kepadaNYA. Ya, aku ingat itu akan membebaskan ku, namun aku belum melakukannya. Ada apa dengan diriku? Berkurang kah rasa percaya ku padaNYA? Tidakah lagi ada rasa cintaku untukNYA?
Read More >>
Menjadi orang yang bisa menyenangkan orang lain memang lah bukan hal yang bisa dianggap enteng. Mengapa? Jelas dikarenakan setiap orang memiliki persepsinya masing-masing akan sesuatu yang dianggap menyenangkan dan yang tidak.
Read More >>
Memang apa yang coba saya ungkapan lewat judul bukanlah karakteristik mutlak seorang pejabat yang berintergritas. Melainkan bisa jadi menjadi salah satu pemicu kita untuk memilih pajabat yang pantas untuk dipilih. Indonesia haus akan pemimpin yang Jujur, yang tegas, yang memang menjunjung tinggi arti sumpah pada saat sumpah jabatan.
Berita yang kerap kali kita dengar adalah pejabat ini tertangkap tangan oleh KPK, pejabat itu terjerat kasus korupsi dsb. Meskipun kita jelas sekali mengingat pada saat mereka kampaye slogan-slogan (misalnya) "katakan Tidak Pada Korupsi!!!" atau "Berani Beda" kerap dilontarkan dengan penuh semangat. Namun pada akhirnya, korupsi juga.
Dalam memilih dengan waktu kampaye yang singkat saja tentunya tidak cukup bagi rakyat Indonesia yang banyak ini mengetahui secara pribadi sosok pilihan mereka. Banyak juga yang asal mencoblos atau yang mencoblos hanya karena kekerapatan lewat family, sekalipun sangat jauh jika diruntutkan. Alhasil, kita pun tak tahu pasti kualitas pilihan kita.
Untuk sedikit mengantisipasi akan kekecewaan di kemudian hari, mungkin apa yang tertera dalam judul bisa saja menjadi masukan bagi pemilih yang sama sekali kita tidak ketahui. Cukup googling mengenai data pribadinya dan lihat apakah dia memiliki satu istri (khusus untuk calon laki-laki) Mengapa? Karena pria yang pada masa rata-rata melakukan pencalonan tetap memiliki 1 istri adalah pria yang berintegritas terhadap janji pernikahannya.
Penalarannya seperti ini, jika dia bisa menjaga janji cintanya, maka besar kemungkinan juga dia akan bisa mengemban tangggung jawab yang sudah disumpahkannya saat dia menjabat nanti.
 Lalu bagaimana dengan yang banyak istri??? Pria yang memiliki banyak istri, pastinya akan membagi pikirannya ke istri satu dan lainnya. Belum lagi ketika istri-istri menuntut ini dan itu, pasti si suami dengan istri yang banyak ini akan berupaya memenuhi semua kebutuhan istri-istrinya. PAdahal gaji pejabat pastinya tidak mengkover untuk kebutuhan dengan status banyak istri. Cara terdekat dan terpraktis adalah ya mengikuti sistem yang sudah-sudah (ikut-ikutan korupsi).
Namun ada juga mereka yang tadinya sebelum menjabat memiliki istri satu, namun tak lama setelah menjabat istrinya menambah setiap tahunnya. Weleh-welehh ini yang namanya termakan tipu daya kedudukan yang menjadikan si pria jauh di atas pria rata-rata, sehingga sah-sah saja baginya jika menambah istri terang dan istri gelap. Kalau untuk yang model begini saya cuma bisa katakan ckckckckckckkk
Lalu apa lagi pentingnya dengan istri 1 saja.
Masih ingat kan kata bijak "dibalik kesuksesan pria ada wanita dibelakangnya. Dan sangat tidak relevan lah jika pria yang dimaksudkan adalah pria dengan wanita yang banyak. " Akkhhh...ga tuh.." Pasti ada yang nyeletuk demikian. ya..bisa jadi benar, teori ini tidak berlaku padanya. tapi pada saat itu saja. KArena bukan tidak mungkin wanita-wanita dibalik seorang pria itu lah yang justru menghancurkan si pria itu.

Read More >>
Sadar betul akan kekurangan ku yang satu ini. Sulitnya membawa diri cair ke dalam situasi baru membuat ku lebih nyaman mengurung diri di rumah jika hari libur, membuat ku lebih suka mengeksprsikan diri lewat dunia maya seperti ini. Sehingga tak heran, dalam lingkungan sekolah atau pun kampus banyak sekali yang tak begitu mengenal aku. Jelas dikarenakan memang aku hanya membaur dengan satu kelompok saja. Jarang sekali aku, terlihat duduk di kantin, ngobrol dengan teman-teman lain. Sungguh, aku tidak menikmati yang namanya bergosip, entah karena aku yang tidak suka keramaian (biasanay orang yang ngumpul, pasti gosip)atau memang aku bukan tipe yang penggosip (mudah-mudahn yang ke-2). Kesimpulannya, saya sering merasa jenuh dengan sikap peyendiri ku ini. Mungkin didikan lingkungan keluarga yang membentuk ku menjadi introvert begini. Terkadang, menyesal dan melemparkan kekesalan dengan menyalahkan pola didik orang tua. Tapi semakin bertambah umur, aku sadar harus bisa menyikapi dengan lebih bijak juga dan mencoba mengambil sisi positifnya. Tetap meratapi diri juga akan membuat ku tidak merasa lebih baik, justru aku akan mendapati aku semakin terpuruk nantinya. Ya,saat ini aku mulai mencoba menyukuri kekurangan ku ini. Dengan aku yang introvert: - Aku bisa melatih diri untuk menulis seperti ini (semoga suatu saat bisa menjadi penulis yang diakui, Amin :D) - Aku bisa menikmati koleksi-koleksi film ku 
  • - Aku bisa menabung - Aku bisa terhindar dari isu wanita panjang kaki :D 
  • - Aku bisa menekuni pembelajaran memasak ku 
  • - Aku bisa membaca artikel atau info menarik dari bloger lain 
  • - .....akan ditambahkan di lain waktu...
wah meski tak banya dan belum banyak hal-hal besar yang teraih, tapi harus, kudu, tetap bersyukur. Aku yakin, apapun keadaan ku sekarang, dan bagaimana pun karakter yang terbentuk dalam ku sekarang, aku tercipta bukan untuk menjadi yang biasa saja.
Read More >>
Penempatan Ibu Susan (tidak tahu nama aslinya) sebagai Lurah di Klenteng Agung DKI Jakarta, menuai protes dari warga setempat (info dalam berita demikian). Ibu susan sendiri adalah orang yang lulus seleksi dari ujian yang berlaku umum bagi siapa saja yang memenuhi persyaratan yang ada. Dari sekian banyak kompetitor, terpilih lah Ibu Susan dan ditempatkan di Kelurahan Klenteng Agung. Namun tak lama, protes pun dilayang kan warga dan kini menuai kontroversi. Bahkan mendagri pun kabarnya turut menyampaikan aspirasinya Kepada pak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mempertinmbangkan permintaan warga K.A tersebut. Dan respon pun diterima lewat pernyataan pak Ahok untuk pak mendagri tidak turut memperkeruh dan menghargai konstitusi. Ternyata, setelah saya baca lagi yang menjadi persoalan dalam penempatan Ibu susan adalah karena beliau bukanlah berlatarbelakangkan kepercayaan seperti kepercayaan mayoritas daerah tersebut. Warga keburu mendeskreditkan beliau dengan kekhawatiran tidak akan bisa mengayomi sepenuhnya karena agamanya berbeda. Bagaimana kalau Lebaran nanti? Sontak pernyataaan warga ini sungguh menyayat hatiku. Dalam forum komentar yang disediakan dalam berita itu pun saya dengan didorong rasa kecewa berkomentar pedas terhadap warga di sana. Mengapa masalah agama menjadi hal yang begitu riskan di negara yang penduduknya menganut beragam macam agama? Mengapa orang yang non-muslim tidak boleh menjabat atau mengabdi di daerah yang muslim? Toh tugas Lurah yang diemban Ibu Susan nantinya tidak hanya seputar masalah agama islam kan? Dan saya rasa tugas beliau tidak ada hubungannya dengan agama. Terkecuali beliau tidak beragama, saya tidak akan turut mempersoalkan tuntutan sodara di sana. Karena saya berkeyakinan, orang yang beragama akan menjalankan tugas yang dimandatkan padanya dengan benar. Pertanggungjawaban teetap pada sang Ilahi. Jika tadinya Ibu susan tidak beragama, mungkin bisa saja permintaan ini dipertimabngkan. Saya sangat puas dengan tanggapan bijak Pak Gubernur dan Wakil Gubernur dalam menanggapi polemik Ibu Susan ini. Beliau mengatakan, untuk melihat kinerja Ibu Susan dalam enam bulan pertama ini, Jika memang tidak memuaskan akan dipertimbangkan kembali terkait jabatannya. Bijak sekali dan lebih etis jika dilakukan dengan cara ini, ketimabng menghakimi beliau tanpa melihat dulu kinerja beliau. Akan sangat berbahaya juga bila permintaan warga ini dipenuhi, tentunya akan berimbas ke daerah lain, dan bukan tidak memungkinkan, mereka akan menuntut hal yang sama, dan dikhawatirkan, jalan seperti ini akan mempercepat perpecahan dalam negeri. Entah mengapa masalah agama sangat sensitif di negeri ini. Dan entah mengapa pula kicauan yang kerap kali terdengar justru dari masyarakat dengan catatan penganut agama terbesar di negeri ini. Sungguh hal yang sangat susah diterima nalar saya, bahkan bisa dikatakan aneh. Belum lagi masalah beribadah yang belakangan hari ini mulai terdengar blak-blakan intoleransi itu terjadi. Di Aceh, sekelompok masyarakat menuntut gereja mesti ada IMB-nya jika tidak, entah dapat mandat darimana mereka mengancam akan menggusur paksa. Di daerah ku sendiri, Medan hal ini ternyata juga terjadi, di satu daerah, rumah iabdat yang didirikan sudah berulang kali dirubuhkan penduduk setempat, yang mayoritas bergaman non-kristen. Bahkan mereka sampai minta perlindungan ke pemerintah daerah dan pemerintah daerah hanya memberikan waktu 6 bulan saja untuk pemabngunan, jika dalam waktu yang sudah ditentuka, gereja tidak berdiri, maka pemerintah tidak akan mencampuri intervensi yang akan dilakukan penduduk di daerah itu lagi.
Read More >>
Untuk kali pertama aku menginjakkan kaki di polresta. Tapi bukan karena sedang tersangkut tindak pidana lho... Kepentingan ku sendiri tidak lain tidak bukan adalah untuk kepengurusan SKCK sebagai persyaratan kelengkapan administrasi pendaftaran CPNS. Berkas ku ini nantinya akan ku kirimkan ke kementerian MenkuHam. Setibanya di sana, aku dan teman ku yang setujuan disuguhkan dengan kegian kepolisian stempat yang sedang berolahraga. Hari itu adalah Sabtu. Hampir setengah jam juga kami menunggu sampai akhirnya kegiatan jasmani itu selesai. Namun saat ruangan kepengurusan SKCK dibuka, serasa hilang separuh semangat saat melihat pengumuman yang dipajang di pintu masuk, "hari sabtu, kami tidak melayani pendaftaran pengurusan SKCK, yang dilayani hanyalah pengambilan SKCK". Lemas saya. Tapi sudah terlanjur dilokasi saya pun tetap di sana untuk menemani teman saya yang kebetulan sudah melakukan pendaftaran hari kamis lalu. Setiap menit berlalu semakin banyak saja orang datang mengerumuni ruangan itu, sampai penuh sesak. Kondisi saat itu pun sedang mati lampu, pendingin ruangan tak berfungsi tentunya. Satu-satunya akses keluar masuk udara alah dua pintu masuk di depan. Yah, adanya lowongan PNS ini memang membuat instansi Pemerintah seperti Polres, Disnaker, Dan Rumah Sakit Pemerintah dibanjiri pendatang seperti kami ini. Dan hari ini, yang datang luar biasa banyak. Dimulainya pembagian SKCK yang telah selesai sendiri pun, kami harus menunggu hampir satu jam. MUngkin petugasnya sedang ganti baju atau rehat sejenak karena lelah setelah berolahraga tadi. Dan saat si petugas mengumumkan akan segera dibagikan, suara di dalam ruangan tiba-tiba riuh, dan orang-orang berlomba untuk maju ke depan. (padahal sudah tersedia tempat duduk yang banyak di ruangan tersebut, tapi mereka lebih memilih untuk berdiri. Saya, yang sudah tidak ada kepentingan untuk mendengar nama-nama yang sedang dipanggil itu mengamati keadaan di dalam ruangan tersebut (tidak tahu harus melakukan apa lagi sich). Di sebelah kanan (dari posisiku duduk) aku bisa meliaht semacam papan tulis besar yang berisikan Prosedur pengurusan SKCK dan persyaratan yang diperlukan. Yang menjadi sorotan ku dalam tulisan itu adalah "Pengurusan berlangsung paling lama 30 menit dan paling cepat 15 menit". Teman ku sudah mengurusnya dari hari kamis, namun sabtu disuruh datang untuk mengambil hasilnya (sudah berapa kali lipat dari 30 menit yah). Mungkin, pemohon hari kamis lalu,membludak melebihi batas ekspetasi yang pernah diperkirakan pihak kepolisian saat penulisan 30 menit itu. Atau yah penulisan 30 menit hanya khiasan pemanja mata saja. Mengenai biaya???? Aku sich tidak tahu memang ada ketentuan mengenai pengurusan biaya secara resmi atau tidak. Cuma katerangan temanku ini, saat pembagian formulir, mereka diminta uang Rp 20.000. Setelah selesai? Memang tidak dimintai biaya langsung seperti pendaftaran, tapi saat pelegesan petugas menghimbau pemberian dana sukarela. Kalau kemarin pengurusan kartu kuning di disnaker gimana? Sama juga, ada diminta uang sukarela, jelas temanku Padahal kalau di disnaker aku pernah baca di website resminya sama sekali tidak ada pungutan biaya apapu a.k.a gratis.
Read More >>
Selamat siang...
Wahh,, kangen juga nih gak buka blog hampir seminggu. Kesibukan yang ternyata belum membuahkan hasil kemarin itulah yang menjadi penghalang untuk ku berkunjung ke rumah maya ku ini.Postingan kali ini kelanjutan dari postingan yang menyinggung tentang interview x pertamaku.

Yah, jadi setelah interview HR, ternyata aku diminta datang interview SVP seminggu kemudian. Seneng sih, tapi dag dig dug-nya itu loh luar biasa kali.Apalagi lah interview SVP ini, pikirku. Selang waktu kerja, sambil curi-curi waktu, ku pun mencari tau seputar SVP, seperti apa interviewnya dan bagaimana menjawab kemungkinan pertanyaannyanya nanti. wow, ternyata banyak juga yang berbaik hati menshare pengalaman serta trik-triknya di google. Wah terimakasih sekali buat yang sudah menshare. Dapatlah aku sedikit gambaran mengenai interview user ini. Hanya punya waktu 2 hari 1 malam untuk membaca dan mencoba memahami dengan versi penalaran yang tak seberapa sebelum menghadapi ujian yang sebenarnya.

Sampailah hari-h. Aku pun minta ijin dengan dalil sakit, asam lambung kumat (padahal tak pernah ada masalah dengan jenis penyakit ini, semoga tak akan kualat lah aku) untuk datang ke interview yang akan dimulai jam 10 pagi. 30 menit sebelum jam interview aku sudah hadir di ruang tunggu pelamar di kantor itu. Belum ada peserta yang lain yang datang. Aku pertamax-nya, yah mudah-mudahan aku juga yang menjadi peserta yang pertama lolos sampai tahap akhir (hiihiiiiii,,,ngarep :D ). Sampai jam 10 ku dapati hanya 5 orang yang datang, dan aku ditetapkan akan dipanggil pada urutan yang ke-3 (padahal duluan datang lohhh).

sampailah giliranku, dengan perasaan berkecamuk aku pun masuk. Saat mengucapkan salam masuk, mata ku pun terbelalak ternyat ada 2 interviewernya. Jantung pun berdetak semakin cepat. Namun sebisa mungkin ku coba menetralisir kegugupan ku (paling tidak jangan sampai menjawab dengan mengeluarkan banyak monorism (eg: ehhmm,,,errr...anu...itu...)apalagi sampai garuk kepala). Pemwawancara pun memperkenalkan dirinya. Dan memintaku untuk memperkenalkan diri juga namun dengan bahasa inggris (karena dalam form lamaran kemarin aku sebutukan, fasih bebrbahasa inggris). Okeh, perkenalan singkat saja, aku pun bisa melewati permintaannya yang pertama ini. Selanjutnya pertanyaan yang diajukan juga sudah ditanyakan saat interview HR, jadi aku sudah bisa lebih tenang dan santai menjawabnya. Yang berbeda adalah frekuensi pertanyaan seputar personal saat kemungkinan akan mengalami masalah dalam kerjaan lah yang banyak ditanyakan. Bagaimana jika kamu berada dalam situasi bla...bla...bla..apa yang akan kamu lakukan? dan ada satu pertanyaan yang berkaitan dengan loyalitas. Si pewawancara mengkodisikan seolah olah saat aku sedang bertugas namun ada telpon dari rumah bahwa ayah sedang sakit, dan hanya aku yang bisa mengantarnya saat itu, apa yang akan aku lakukan. menghela nafas sejenak aku pun mengutarakan dengan jujur. Saya mengerti bahwa saya haruslah loyal terhadap perusahaan dan tetpa menjalankan tugas, karena itu tanggung jawab, namun posisi saya juga sebagai anak yang tak mau menyesal dikemudian hari jika keadaan orang tua ternyata tambah buruk dengan saya tetap memilih pekerjaan. Tindakan saya, saya akan meminta pengertian dari atasan untuk mengijinkan meninggalkan tugas sebentar, namun jika tidak diijinkan dengan menanggung resiko saya akan tetap mengantarkan orangtua saya, karena mereka adalah prioritas.Respon dari pewancara sendiri tidak terlihat apakah dia membenarkan tindakan saya atau sebaliknya. Pertanyaan selanjutnya seputar pekerjaan yang saya lamar di perusahaan itu. Dan sampailah saat pewawancara mengatakan "ok", untuk pemberitahuan anda masuk tahap selanjutanya atau tidak akan dikabari paling lama 3 hari, jika dalam tiga hari tidak ada kabar, dianggap gugur.

Aku pun langsung pulang menuju rumah, karena sudah ijin tidak masuk (asikkkkk,,hehhheee,,,jgn ditiru ya)
Eh ternyata jam 6 sore, aku dapat pemberitahuan untuk hadir di test berikutnya, test english dan psikotest. Alamak, besok jam 9 pagi? test psikotest itu apa aja? blank seketika. Tidak punya bahan dan pengalaman sama sekali mengenai test psikotest ini. Berlatih soalnya pun tidak pernah. Celaka 12. Alhasil langsung terpikir meminta si mas pacar untuk mengirimkan bentuk soal psikotest itu seperti apa-apa saja. Sejam kemudian ku dapat lah gambaran mengenai soal psikotest itu. Banyak x ragamnya cuy. Sementara aku cuma punya kesempatan beberapa jam saja. Film yang lagi ditonton pun di stop, mulai membaca. Contost psikotest yang ku punya hanyalah yang dikirim oleh mas pacar dalam format pdf yang hanya bisa diliat dari media laptoku saja. Baru setengah jalan mencoba untuk membahas soal deret angka, eh listrik padam. WOW, celaka 21. aihhhh...pasrah lahhh...besok seperti apa ya begitu lah, pikirku.

aku pun tidur dan yahhhh tentunya sudah bisa dibayangkan test yang akan ku jalani seperti apa. Dan sampai pada kepastiaannya bahwa aku memang gagal di test ini, hasil psikotest ku mungkin yang tidak mencapai standart perusahaan tersebut. Mengenai psikotest sendiri yang diajukan adalah gambar, lalu test koran, dan test gambar abstrak. Rumit tentulah bagi awam seperti aku ini. Namun mencoba tegar dan bertawakal sajalah. Aku percaya kerjaan bagus tidak hanya ada di perusaan itu. Aku akan tetap mencoba dan berusaha lagi. Yang paling penting belajar psikotes dulu. hehehheheee...

Buat teman-teman yang mau melamar, persiapan itu adalah mutlak dan doa itu adalah jembatannya. Jadi lakukan keduanya dengan seimbang yah. Jika kita sudah maksimal melakukan usaha maka meskipun belum berhasil efek yang dirasakan tidak akan seberat jika kita tidak melakukan usaha apapun untu keberhasilan itu. Sukses untuk kita semua. Chaiiyoooo!!!!!

Read More >>
Senin, 21 Maret 2011 pukul 08.55 q mlangkahkan kaki keluar dr rumah, dgn 1 tujuan merampungkan berkas2 pra wisuda (yeee, bntar lg ada embel2 S.S dblakang namaku) hehee..
Di prjalananku q lihat di suatu prsimpangan jalan, bpk2 polisi sdang sbuk mengatur ketertiban lalu lintas.
Wah,rajin2nya bpk2 polisi ini pikirku.
Pagi2 begni beliau2 ni trlihat smgat skali mjalankan tugasnya, trlihat jelas dr byknya kendaraan2 yg diberhentikan beliau2 utk dpriksa klengkapannya.
Eits tp tunggu dlu, pmandangan yg q lihat stlahnya memudarkan bgtu saja kbanggaanku trhadap beliau.
Trlhatku,di balik sudut posko mreka,seorang pngendara yg trjaring pnertiban mengeluarkan lmbaran rupiah lalu dsalamkan ke beliau. Lalu Beliau menepuk nepuk pundak pngendara tu,dan mpersilahkannya brlalu pergi.
Lohhh??? Apa ini???
Akhh, q pikir beliau2 ni murni menjalankan tugasnya. Tp trnyata? Ckckckck
mungkin kcurangan ini uda mjdi rahasia umum. Aq pun bkan x prtma menyaksikan pmandangan sperti tu. Cm saja, aq jd pnasaran, apa hal tsb bnar2 dilegalkan? Apakah atasan mreka tu2p mata mlihat kcurangan itu atw jgn2 malah ikt andi jg sprti bwahannya. Lantas,ada gak yah aparat yg benar2 loyal trhdp kwajibannya?
Akh, brbgai jwban pun brspekulasi dibenakku.
Jd tringat ku dgn pnglamanku trkait keedanan ini.
Wktu itu,aq sdang dsbuah angkot dlm prjlanan pulang ke rumah.
Di halte dkat sbuah prbelanjaan trnama di kotaku, naiklah 2 gadis cantik dgn blanjaannya yg byk.
Wah,pasti asyik jd mreka,pikirku. Uda cantik,fashionable,pnya duit byk.
Sesaat q mrasa iri dgn mrka.tp tdk lg stlah q mndngar prbincangan mreka.
Salah s'org gadis brcerita ttg kuasa ayahnya sbgai aparatur negara yg brkali kali meloloskannya dr pnertiban lalu lintas. Hanya berm0dalkan nama ayahku saja. Katanya bangga.
Pernah wktu pulang dr kampus q gak pakai helm.uda gtu bonceng kwan lg.jd kmi 2 gakda yg pakai helm,katanya. Si kwan prtma ragu2 mau ikut ma ku,takut kena tilang dia.
Udah tnang aza,gak bkalan kok,ktanya meyakinkan tmannya. Apa yg dkwatirkan tmannya tu kjadian, mrka ditilang.
Tp si gadis dgn braninya mel0ntarkan prkataan yg buatku enek dngarnya.
"Udahla pak,lepaskan aza kmi,toh nti bpk sndiri yg ngantar motor ni ke rumah lg"
's0mb0ng x kau,siapa rupanya kau' kata si polisi.
Si gadis pun dlm crtanya dgn lntang mjwb prtnyaan si polisi. "aku anak pak darman pak (nama dsamarkan,krna q tak ingat siapa nama ayah yg dsbut gadis itu.he.hee).
'Oh iyah nya? Ada rupanya anak pak darman yg gadis ya,kta si polisi'
ya uda,lewatlah kalian,tp lain x pke helm ya.salam bt bpk,tambah si polisi'.

Hueekk, eneg ku dngar crita gadis tu. Ampun lah..
Mental apa si yg dipupuk mahasiswi tu. Lah ya kok bngga mencrtakan kcurangan bpknya.
Edan,edan...

Q jd brpikir, apa aq yg trlalu sok idialis mrespon keedanan ni smua,atw gmn sih harusnya???
Read More >>
Masih terkait pengalaman saat interview  kali pertama ku. Dalam form yang diberikan perusahaan itu untuk ku isi ada serangkaian pertanyaan-pertanyaan yang terlihat mudah namun sangat susah untuk diungkapkan.

Praktis butuh waktu beberapa menit untuk ku sampai akhirnya tertulis lah beberapa rangkaian kata untuk pertanyaan berikut ini :

1. Apa cita-cita anda?
2. Apa Sifat Pekerjaan yang Anda sukai?
3. Apa hobby anda?

Dulu, sewaktu saya kecil sampai beranjak remaja dengan lantang saya bisa menjawab pertanyaan no. 1 di atas. Dulu, saya ingat dua jawaban mutakhir saya adalah menjadi polisi dan pramugrari. Namun beranjak SMA dua jawaban itu bahkan tidak lagi terlintas di benakku. Bahkan aku mulai mendapati kesulitan untuk menggambarkan akan jadi apa aku kelak. Semakin dewasa aku semakin dikaburkan oleh pertanyaan ini. Sampai pada saat pertanyaan itu ditanyakan tertulis jumat lalu, aku berpikir untuk mendapatkan jawaban yang tidak klise dan terdengar baik dimata pembaca. Namun setelah saya sadari, jawaban ku tak lebih hanya sebuah jawaban yang abstrak. Mengapa semakin dewasa pertanyaan ini serasa semakin tak mudah untuk dijawab? Bodoh kah aku? akhh entah lah. Pada saat itu pertimbanganku hanyalah bagaimana agar apa yang ku tuliskan tak tersirat konyol bagi si pembaca. Bagaiman dengan anda? Apa jawaban anda untuk jawaban pertanyaan no. 1 tersebut?

Untuk pertanyaan yang kedua juga aku menemui kesulitan. Mau di skip, takut tercap tidak tahu akan maksud pertanyaan. Mau menuliskan siap bekerja underpressure juga takut kejadian. Saat itu aku sempat melirik jawaban yang dituliskan pelamar lain dengan kata "santai tapi serius". Akkhhh, aku akan berpikir jutaan kali untuk menjawab dengan senada jawabannya itu. Jika anda menjadi saya, jawaban seperti apa yang akan anda sampaikan?


Untuk no.3 saya tahu betul apa yang menjadi hobby saya. Tapi apakah jawaban saya itu akan terlihat credible bagi mereka. Saya hobby nonton, baca tulisan ringan, dan menjelajah di dunia maya. Dan apakah itu akan membantu saya terlihat plus dari pelamar yang lain? Sama sekali hobby saya itu tidak ada keterkaitannya dengan pekerjaan itu. Namun, apa yang terjadi terjadi lah, bersikap jujur adalah pilihan saya, karena saya juga tidak tahu untuk memperindah jawaban untuk pertanyaan ke 3 ini. Yang saya pertimbangkan adalah, dalam sisi psikologis pastilah ada keterkaitannya pertanyaan semacam itu ditanyakan untuk pertimbangan mereka menyeleksi calon karyawannya.

Terlalu banyak pertimbangan adalah sifat saya yang terkadang menguntungkan namun tak jarang juga menjadi boomerang bagi saya.

Sekarang saya membenarkan tagline salah satu provider yang menyatakan "menjadi dewasa itu menyenangkan, tapi susah dijalani". Memang seperti itu lah keadaanya. Hal yang waktu kecil hanya lah a piece of cake, saat dewasa menjadi a bowl of soup (nyambungnya kemana itu yahhh,,,hehehheeee)..

^^
Read More >>
Sangat jelas diingatanku, bagaimana antusiasnya masyarakat di lingkungan rumahku menyambut hari kemerdekaan RI. Seminggu sebelum hari H telah terselenggara beragam perlombaan dan puncak acara terselenggara di tanggal 17. Keriuahan selama pertandingan berlangsung benar-benar menyemarakkan esensi kemerdekaan. Seolah telah terlepas beban yang begitu besar sehingga kebahagiaan dapat terpancar dari setiap wajah yang mengikuti atau sekedar menyaksikan acara. Sayang, kemeriahan itu aku dapati hanya berlangsung sampai ku SMP saja. Saat ini sudah tidak ada lagi. Entah alasan apa, aku juga tidak tahu.

Sepi, tak ada hal khusus kecuali hari libur, itulah hal yang terasa kini mengenai kemerdekaan di lingkungan rumahku. Yah paling ada sedikit aktivitas perayaan yang dijumpai di sekolah-sekolah di dekat rumah ku. Namun itu juga tanpa suatu perayaan yang heboh, paling upacara dan perlombaaan kebersihan antar kelas. Jangan kan tentang perayaan. Untuk memasang bendera saja, saya hanya menemukan beberapa. Di rumah ku sendiri, aku tidak tahu kemana hilangnya tiang dan bendera yang biasanya tersimpan di gudang.

Sesepinya perayaan kemerdekaan di kampung ku, ternyata lebih sepi lagi di kota besar ini. Sepanjang saya mengitari jalan dari satu tempat ke tempat yang lain, tak ada di sepanjang jalan ku dapati tiang dengan kibaran sangkaka merah putihnya. Pedangang kaki lima yang menjajakan bendera dan pernak-pernik kemerdekaan lainnya lah yang setidaknya akan memberikan signal bahwa hari itu adalah hari kemerdekaan RI.

Tapi kemana esensinya? Kemana suasananya? Mengapa perayaan kemerdekaan hanya dijalankan semasa wajib belajar saja? Mengapa tidak berlangsung di universitas?

Hmmmnnn,,,,sangat merindukan suasan meriahnya kemerdekaan saat aku kecil dulu. Meski tak turut berjuang, tersa bahagia sekali bisa merasakan kemerdekaan itu. Tapi kini, kemerdekaan hanyalah tanggal merah, saatnya untuk bersantai di rumah tanpa melakukan apapun...
Read More >>

Entah mengapa sore menjelang malam ini aku berpikir untuk membagi pengalaman interview ku untuk yang pertama sekali. Sudah 2 kali berganti profesi tapi jumat kemarin aku baru benar-benar mengalami apa yang dinamakan interview sesungguhnya (2 pengalaman sebelumnya melewarkan aku pada fase ini, (how lucky i was). Hahhaaahhaaa…


Rabu siang mendapat sms masuk dari provider telkomsel, berisi undangan untuk mengahdiri interview tahap pertama dengan HRD salah satu perusahaan outsourcing cukup besar di negeri ini untuk posisi call center. Tidak ingat aku pernah melamar atau tidak, tapi dari info sms yang ku dapat katanya mereka menerima surat lamaran via email. Benar saja aku cek email, dan di dalam sent box tertera bulan februari tahun ini, dan dipanggil agustus. Kontan saja aku tidak begitu ingat lagi. Dalam sms itu, aku diundang untuk hadir jam 8 pagi hari jumat. Hal yang pertama ku lakukan adalah berpikir alasan apa yang harus ku gunakan untuk tiket ku ijin sementara (hanya beberapa jam) dari kantor ku sekarang.

Aku memang sedang bekerja, dalam CV yang aku kirim aku menerakan perusahaan ku yang sekarang, namun aku menuliskan dalam CV bahwa aku sudah berhenti (eits tidak, sejujurnya aku menuliskan (2011-until now). Langung terbersit dalam benak jawaban apa yang bisa menyelamatkan ku jika mereka menanyakan maksud dari until now dalam CV ku itu. Dan sampai hari-H tiba, ku tak menemukan alibi apapun. Berdoa saja semoga kata itu tidak menjadi pusat perhatian di pewawancara, sehingga tidak menjadi boomerang bagi ku nantinya.

Untuk menghindari ku terlihat konyol saat interview nanti (takutnya, malah hanya bisa bengong tok), aku pun men-search pengalaman=pengalaman sebelumnya milik orang lain tentunya mengenai interview ini. Dan aku mendapati banyak sekali versi. Aku pun hanya mengambil dari dua sumber berbeda saja. Dan dari dua sumber itu juga memiliki beberapa kemiripan.

Hari h tiba. Aku sampai di tempat tujuan ku lebih awak ½ jam dari waktu yang sudah ditentukan, dan di sana aku sudah melihat rekan interviw lainnya. Mengunrangi perasaan grogi aku pun mencoba mengajak bicara satu, dua orang di dekatku. Yang seorang juga merupakan pengalaman pertamanya (baru lulus D3) yang satu lagi sudah lebih tua dari ku dan memiliki beberapa pengalaman, namun di bidang yang berbeda (sama seperti ku). Kami pun mendiskusikan kira-kira pertanyaan apa yang muncul nantinya. Dan hal yang paling utama ku yakin ditanyakan adalah 2 hal yaitu: mengapa minat dengan lowongan ini, dan berapa gaji yang diingini.

Jam delapan teng. Ada seorang yang pastinya dari perusahaan itu datang menghampiri kami (puluhan orang) dan membagikan form yang harus kami isi terlebih dahulu. Aku orang ketiga yang terpanggil saat pembagian form itu, dan aku menduka aku juga akan dipanggil masuk untuk intervie setelah nama dua wanita sebelum aku.

Giliran ku pun tiba. Dag dig dug…(aku sedikit grogi). Ruangan yang kecil namun bersuhu dingin itu menyamarkan ku dari grogiku. Karena kalau tidak ada pendingin itu pastilah keringatku sudah bercucuran. Aku dipersilahkan duduk dan aku menyerahkan form yang sudah diisi tadi dan juga berkas lamaranku. “Sudah siap”, tanya beliau
Siap, jawabku mantap.
Terlihat memperhatikan sekilas apa yang tertulis dalam form dan tiba-tiba..
“kok call center telkomsel?”, “sebenarnya kamu melamar kemana sih”?tanyanya dengan mimik mengerikan.

Dengan mencoba tenang aku berusaha seolah tak menyadari kesalahan fatal yang ku lakukan.
“akkh masak si bu? Saya tidak mungkin salah alamat”.

“Ini”? katanya sambil menyerahkan dan menunjukkan kesalahan tulisanku

Oooppss, ohh…oh…(berusaha tetap tenang). Ehm, maaf bu, terkadang otak saya tidak berkoordinasi dengan benar dengan tangan saya tapi saya tidak salah alamat bu. Jawabku mencoba meyakinkannya.
(Padahal yang sesungguhnya, aku memang berpikir perusahaan yang ku datangi ini adalah perusahaan dengan yang tercantum dalam form ku itu. Aku tidak tahu ternyata mereka adalah dua perusahaan yang berbeda). Kesan pertama ku sungguhh..akkhhh….selanjudnya terserahhh lah (aku pasrah)

pertanyaannya selanjutnya

“perkenalkan dirimu”


Dengan lantang dan tanpa sedikit keraguan ku menjawab pertanyaan beliau..

“mengapa kamu berhenti dari pekerjaan lamamu dan tertarik bergabung di sini”tanyanya lagi..

“Saya memutuskan berhenti karena bla…bla…bla… (tidak menorehkan sedikitpun kesan negative kepada perusahaan), dan memutuskan untuk melamar di sini dengan harapan kinerja saya dapat meningkat dalam setiap periodenya.”

“Apa yang kamu maksud dengan meningkat?” tanyanya lanjud

Tentu dalam jenjang karir saya ingin terus berada dalam tahap level yang lebih baik lagi. Katakanlah saat ini saya diterima sebagai call center dalam perusahaan anda, tentu di tahun depan saya tidak ingin stuck di posisi yang sama.

“Perlu anda ketahui, dalam perekrutan kali ini tidak akan ada ada promosi jabatan atau peningkatan posisi semacamnya. Kita di sini sistem outsourcing yang hanya merekrut dengan kontrak paling lama 1 tahun, dan jika perusahaan tidak puas dengan kinerja anda kita bisa memutuskan kontrak meski itu di bawah satu tahun.”

“terbengong sekejap”..

Koplakkk,,,gila…kena deh aku…
Harus bilang apa lagi ini….

Akhirnya hanya kata “oh….” Yang keluar dari mulut ku..

“Apa yang anda ketahui tentang call center?”

Dari bahasanya tentu pekerjaan ini umumnya melayani keluhan ataupun kebutuhan pelanggan yang menghubungi. Biasanya penelpon menghubungi 10* lalu akan tersambung dengan agenya yang siap melayani.

“10*? Bukannya 10*?”tanyanya


Asemmmm,,,salah lagi aku.

“Oh iya benar 10* bu”

“Coba kamu peragakan seolah-olah kamu adalah age yang sedang melayani penelpon?”

“Halo selamat pagi dengan saya enny ada yang bisa saya bantu? Blaaa..blaa…blaaa……
Terimakasih sudah menggunakan layanan ini, selamat pagi selamat beraktivitas” Coba ku sedikit terbata namun bisa..

“Apa anda sebelumnya sudah pernah berprofesi sebagai call center? Atau anda sudah pernah dalam tahap training di sini?”tanyanya

“tidak bu, saya hanya pernah beberapa kali tersambung dengan layanan call center untuk menanyakan informasi marketing hotel dsb”.

“Jika begitu berapa gaji yang maksimal anda dapatkan setiap bulan dengan sistem kerja dimana schedule perusahaan yang mengatur, bahkan terkadang untuk ibadah juga harus menyesuaikan dengan waktu kantor?”

alamakkk,,,,pertanyaan gaji ini lah yang paling riskan jawabannya. Untung saja secara umum saya sudah cari tahu sebelumnya kisaran gaji dengan jobdes seperti itu dan dipertimbangkan dengan UMK di kota saya ini, dan memang perkiraan saya tidak meleset sedikit pun..

Usai mengiyakan semua dan menyanggupi apa yang dikatakan beliau, sesi wawancara pun berakhir dengan jabatan tangan. Pemberitahuan diterima atau tidaknya tinggal menunggu kabar dari perusahaan saja.

fyuhhhh..dan saya pun melangkah keluar dengan keyakinan, what will be will be lahh.. I’ll do my part, the rest let HIM do…

Jadi buat teman-teman yang mau interview, jangan remehkan persiapan yah.. Preparatioan is a must :D
Read More >>
Bekerja di instansi ini, bertemu dengan beberapa orang dari berbagai instansi lainnya,terutama instansi pemerintah membuka mata bahwa benarlah kejujuran adalah suatu hal yang sudah langka di Negeri ini. Mereka yang duduk di kursi pemerintahan sekalipun, yang notabene memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, banyak yang tak mengerti apa itu jujur, apa itu menjalankan tanggungjawab atas sumpah jabatan yang telah dilakukan. Hal yang sangat mengherankan saya di instansi pemerintah misalnya, mereka mendapat tugas untuk melayani masyarakat, mereka menerima gaji setiap bulannya untuk pekerjaan melayani masyarakat ini. Namun yang saya lihat, mereka menerima berkas-berkas terkait tugas mereka dari masyarakat itu, tapi hanya menumpukkannya saja. Mereka akan mulai bekerja jika ada upeti (tips) dimuka. Mengapa mereka bertingkah menjijikan seperti itu? Rakyat menggajinya untuk melakukan tugas itu, tetapi mengapa mesti ada uang di luar itu? Dan hal ini merata dikerjakan oleh orang-orang di instansi tersebut. Semakin tinggi jabatan maka semakin banyak pula lembaran rupiah harus dikeluarkan.
Bagi mereka pengusaha yang mengejar waktu tanpa ada protes berlebih akan memberikan apa yang dimintakan oleh mereka. Praktisnya mereka berpikir, jika tidak dituruti maka penguluran waktu akan semakin lama dan tentunya itu akan merugikan mereka lebih lagi. Mau tidak mau, memberi tips yang tidak seharusnya pun kerap mereka lakukan.
Suatu kali ada salah satu pegawai yang juga memiliki wewenang dalam dinas tersebut, mengaku dia ikut meminta dana (bahkan sering terjadi negosiasi mengenai dana tersebut) dari masyarakat yang membutuhkan tenaganya karena rekan kerjanya juga melakukan praktik seperti itu. Bisa saja dia tidak turut melakukan, tapi ada resiko yang ditanggungnya. Resiko yang paling riskan adalah teman-temannya akan mengecap dia orang yang sok suci atau bahkan menjauhinya. Dan resiko yang lain ialah, hanya dia dalam instansi itu yang miskin nantinya (dibandingkan teman kerjanya). Sebenarnya tidaklah begitu berisiko, tapi dia memilih untuk sama   
Memang tidak akan mudah berada dalam lingkungan kerja seperti itu. Tapi apa beliau lebih takut kepada temannya ketimbang Tuhan sendiri? Bagaimana dengan sumpah jabatan yang mereka lakukan saat dilantik dulu? Sekedar ucapan kah itu? Sebegitu sulit kah untuk jujur? Atau hanya sedikit jujur saja pun. Melihat kondisi sistem yang diterapkan di instansi tersebut, saya mengerti mengapa korupsi bgitu merajalela di negeri ini. Hmnnn,,, hanya bisa berdoa, generasi berikutnya, siapapun yang akan menggantikan mereka nantinya memiliki hati untuk bekerja, melakukan tanggungjawab sesuai apa yang diembankan. Tidak dibutakan akan lingkungan yang turut membutakan. Ya…semoga saja…

Read More >>
Sering gagal dalam mengerjakan sesuatu hal? Merasa tidak pernah sukses?? Merasa keberuntungan tidak pernah menghampiri??

Coba perhatikan 2 musabab di bawah ini, mungkin salah satunya pernah anda lakukan.
1. Tidak mengerjakannya dengan sepenuh hati. Kerjakanlah segala sesuatu dengan maksimal. Mengenai hasil akhir, tidak perlu terlalu difokuskan. Proses menuju hasil itu lah yang perlu kita ambil hikmahnya untuk pembelajaran ke depan. Jika hasil akhir tidak sesuai harapan. Coba lagi. Jika tetap tidak berhasil, pertanda Tuhan tidak berkenan akan apa yang anda kerjakan. Ketika kita sudah mengerjakan dengan hati namun hasil tidak sesuai harapan, setidaknya tidak ada penyesalan dalam diri karena kita sudah melakukan semaksimal yang kita bisa. Dan mulailah untuk berpikir sesuatu yang lain. Mungkin bidang tersebut benarlah tidak sesuai porsi anda. Karena setiap orang sudah mendapatkan bagiannya masing-masing.

2. Tidak menjadi diri sendiri. Jangan minder akan kemampuan sendiri. ataupun minder karena faktor yang dianggap sebagai kekurangan dalam diri. Memang tidak semua orang tercipta dengan IQ tinggi, atau tidak semua orang terlahir kaya. Ya, kembali yakini apa yang ada padmu dan kerjakan. Tuhan tidak akan pernah salah memberikan apapun kepada umatNya. Apa yang ada padamu saat ini adalah yang terbaik dan kembangkanlah. Jika hanya satu talenta saja pun, kerjakanlah. Jangan minder dan hanya membiarkannya saja. Hal itu hanya akan memperburuk keadaaan saudara.

Kesuksesan ataupun kegagalan tergantung dari cara pandang setiap individu. Dengan kata lain kesuksesan atau kegagalan kita sendirilah yang ciptakan. Jika kita sudah berbuat semaksimal kita, maka keberuntungan akan datang dengan sendirinya.

Good LUck everyone.
RE
Read More >>
Pagi yang indah..
Angin sejuk yang menerpa ku saat membuka pintu, membuatku semangat untuk melangkah keluar. Pagi ini aku tidak disambut oleh mentari..
Mungkin mentari sedang bertugas di belahan dunia lain, dan mengutus angin untuk mengiringi keberangkatan ku menuju kantor seperti biasanya.
Senang sekali ditemani temanku angin pagi ini.

Orang-orang yang sama setiap hari ku sapa kala pagi pun terasa sama bersemangatnya seperti ku pagi ini. Aku bisa merasakan energi yang sama, balasan senyuman mereka terasa sangat tulus. Rupa-rupanya angin yang sejuk juga memberikan bius yang sama kepada mereka.

Aktivitas pagi di kota ini terasa lebih menyenangkan. Pastinya ini juga memberikan keuntungan tersendiri bagi saudara-saudaraku yang sedang menjalankan ibadah puasanya.

Bicara soal puasa, aku sangat senang melihat apa yang disebut puasa di kota ku ini. Memang awal sekali terlihat beberapa warung makan di pagi sampai siang hari tutup. Tapi itu hanya berlangsung paling lama 3 hari setelah masa penyambutan bulan baik ini. Setelah itu aktivitas kota kembali normal. Pengusaha kuliner kembali mengepakkan usahanya. Tidak ada yang ribut, tidak ada yang keberatan, terlebih lagi sweeping rumah makan seperti yang terjadi di kota-kota lain. Hanya ada swepping tempat-tempat hiburan malam. Kalau itu saya mendukung. Karena lebih baik lagi tempat seperti itu tidak ada.

Bukan dikarenakan mayoritas penduduk di kota ini bersuku Batak,bukan. Di sini, suku batak juga banyak sekali yang beragama muslim. Melainkan dikarenakan pemahaman akan arti puasa sudah secara benar dimengerti setiap individunya. Dan saya pikir, sebaiknya di kota lain juga berlaku hal yang sama.

Toleransi?
Membuka usaha di bidang makanan di bulan ini bukan menyaratkan tidak adanya toleransi. Tidak. Itu semata-mata hanya karena mereka tetap harus menjalankan apa yang menjadi mata pencahariannya. Apa yang salah dari itu? Tolong berpikir lebih terbuka. Lagi pula, mengapa banyak yang terlalu takut melihat tempat-tempat seperti tempat makan bahkan tempat hiburan tetap buka seperti bulan-bulan lain? Takut tergoda kah??? Heiy, justru dengan beberapa pihak menuntut adanya penutupan sementara jenis usaha-usaha tersebut membuat aku berpikir betapa kerdilnya iman mereka. Mengapa sebegitu kerasnya mereka meminta orang lain untuk mendukung keinginan sepihak mereka tanpa harus pusing memikirkan kerugian yang diakibatkan orang lain? jika pun demikian, apakah guna lagi ibadah itu jika merugikan orang lain. Pahala yang di dapat sebanding dengan dosa yang di dapat karena membuat hak orang lain terenggut.

Ayolah, puasa bukan sekedar menahan haus dan lapar. Tapi lebih kepada waktu dimana kita tidak memikirkan persoalan dunia (termasuk makanan minuman, nafsu) dan hanya berfokus untuk menyembahNYA. Aku berkata begini, karena aku juga pernah berpuasa. Puasa yang biasa saya lakukan adalah puasa makan minum mulai dari pukul 22.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB (19 jam). Puasa itu selalu dilakukan saat aku akan bertugas untuk ikut pelayanan di suatu kegiatan ibadah. Jadi, bagi pelayan-pelayan, diharuskan berpuasa, untuk membersihkan hati dan pikiran, sehingga apa yang diberikan selama ibadah sudah benar dari hati dan hanya untuk memuliakanNYA. Selama puasa, aktivitas seperti biasa tetap dilakukan, ditambah aktivitas yang diisi dengan doa secara pribadi padaNYA. Dan kami yang berpuasa diminta untuk tidak memberitahukan secara sengaja kepada yang lain bahwa kami sedang puasa (supaya tidak ada yang sengaja menahan diri untuk makan atau minum di hadapanku). Biarkan apa yang ada terjadi secara natural. Karena di situlah esensi ibadah puasa kita ada. Bisakah kita tetap komit ibadah kepadaNYA, disaat yang lain tidak???

Sewaktu kuliah dulu, aku pernah melihat pengalaman seorang mahasiswa yang dimarah-marahi habis-habisan oleh dosenku yang muslim karena melihatnya menyerut minuman dingin sambil berjalan melintas kantor jurusan. Sangat disayangkan tindakan dosen itu. Dia tidak perlu melakukan itu. Karena apa? dengan marah-marah dia sudah membatalkan esensi puasanya (bagiku batal puasa bukan hanya karena telah makan atau minum di waktu yang belum waktunya). Orang yang berpendidikan, menghardik berlebihan hanya untuk mendapatkan sebuah kata penghormatan? Orang yang selalu minta ditinggikan, dialah yang akan direndahkan oleh Tuhan.

Malah ada saya dengar sebuah instansi pendidikan mengharuskan didikannya yang tidak puasa agar makan dan minum di area kamar mandi. Benar kah ini??? Itu sadis. Siapa yang selera makan dan minum di tempat seperti itu (kamar mandi umum jarang ada yang layak dikatakan bersih). Sadarkah mereka sudah membuat orang lain tersiksa, dimana mereka berkata mereka sedang ibadah???

akhh...saya tidak mengerti apa yang dipikirkan setiap orang yang mewajarkan hal seperti itu. Jikapun saya ateis saya tidak bisa menutup mata dan seolah-olah menganggap wajar hal seperti itu.

Saya sangat mengharapkan jika bulan yang disebut bulan berkah ini akan menjadi berkah juga bagi yang tidak menjalankan. Sesuatu akan menjadi berkah jika yang lain tidak merasa dirugikan..
Read More >>