Medan adalah ibukota provinsi Sumatera Utara yang di dalamnya terdapat berbagai etnis, yang didominasi oleh etnis Batak yaitu Batak Toba, Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Pakpak, Batak Angkola, Batak Simalungun. Banyak juga pendatang masyarakat Jawa di kota ini, dan sebagian kecilnya merupakan masyarakat melayu. Selain gaya bahasa (logat) yang khas, ternyata ada juga penyebutan akan nama tempat dan benda di Medan dan sekitarnya ini, yang jika ditarik dalam arti sebenarnya akan bermakna lain. Jadi, jika anda mau berkunjung ke Medan, anda tidak perlu bingung lagi akan kata yang dimaksudkan. Kata apakah itu?

1. Kereta
Jika mendengar kata kereta, pastilah kita akan mendeskripsikan dalam benak, bahwa kereta adalah alat transportasi darat yang terdiri dari gerbong-gerbong bergandengan dengan masinis sebagai sebutan pengemudinya. Namun tidak di kota ini. Jika masyarakat setempat mengatakan "Kereta", berarti yang mereka maksudkan adalah alat transportasi beroda dua a.k.a sepeda motor. ya, masyarakat medan menyebut sepeda motor dengan kereta. Kalau untuk menyebutkan Kereta sendiri, mereka akan menguccapkannya secara lengkap Kereta Api.

2. Motor
Pengucapan motor sendiri dimaksudkan untuk menunjuk kendaraan beroda 4, atau yang lazim dikenal dengan mobil. Namun, ada juga yang sudah meyebutkannya dengan mobil, terkadang kata motor juga dimaksudkan untuk menyebut angkutan umum. Tapi sebagian saja menyebutkan demikian, karena banyak juga yang sudah menggunakan kata angkot.

3. Pajak
Pajak adalah iuran rakyat kepada khas negara yang diberlakukan bagi masyrakat yang sudah berpenghasilan. Tempat pelayanannya sendiri disebut Kantor Pajak. Namun pajak akan bermakna lain jika diucapkan di Medan. Di Medan, Pajak adalah tempat transaksi jual-beli atau yang lazim dengan sebutan pasar tradisional.

4. Pasar
Berbeda lagi dengan apa yang dimaksudkan dengan pasar. Bagi rakyat Medan Pasar adalah Jalan besar beraspal tempat lalu - lalangnya kendaraan. "Nak, jangan main sampai ke pasar", seru seorang ibu memberikan larangan kepada anaknya.
Begitulah kira-kira penggunaan kata Pasar di kota ini. Yang selazimnya disebut denagn Jalan Raya.

Unik yahh kota ku ini, terkadang aku juga sering bertanya, mengapa kata yang salah penempatannya itu tetap digunakan sampai sekarang ini. entah lah, sampai ini juga ku belum menemukan jawabannya.
Sekian sedikit informasi tentang kota ku. Happy Sharing guys..



GBU
REGENNY

Related Post :